“Dengan bibit unggul, kita tidak perlu membuka lahan baru. Cukup perbaiki dan remajakan kebun yang sudah ada, hasilnya bisa meningkat berlipat ganda. Ini bukan hanya efisien, tapi juga berkelanjutan,” ungkap Vinayaka B.S.
Program kemitraan ini menempatkan petani sebagai mitra strategis dalam rantai pasok industri sawit nasional. Selain pembiayaan dan bibit unggul, para petani juga akan mendapatkan pendampingan teknis dan manajerial untuk memastikan seluruh tahapan budidaya dan pengelolaan lahan berjalan sesuai standar keberlanjutan.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata, sesi ramah tamah, dan foto bersama seluruh peserta sebagai penanda dimulainya sinergi baru antara sektor swasta dan lembaga keuangan dalam mendukung transformasi sektor sawit rakyat.
Langkah BSP dan BNI ini diharapkan dapat menjadi model kemitraan produktif yang mampu menjawab tantangan masa depan, di mana kelapa sawit bukan hanya komoditas ekspor, tapi juga pilar penting ketahanan energi nasional melalui kontribusinya pada program biodiesel berbasis CPO. (T2)
