InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Orientasi mahasiswa baru umumnya hanya berfokus pada pengenalan kampus dan sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, di Institut Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta, kegiatan tersebut dikemas lebih luas melalui program Orientasi Kenal Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN).
Sebanyak 840 mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 29 Agustus hingga 8 September 2025. Tidak hanya diajak mengenal lingkungan kampus, para mahasiswa juga langsung diperkenalkan dengan dunia perkebunan dan kehutanan melalui praktik lapangan di SEAT Ungaran, kebun pendidikan INSTIPER.
“Kegiatan OKKABUN mahasiswa baru INSTIPER juga dilaksanakan di SEAT, yang memiliki berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan. Mahasiswa dikenalkan sawit, kopi, kakao, teh, karet, hingga jati, jabon, dan sengon. Belum tentu semua mahasiswa pernah melihat pohon-pohon itu secara langsung, sehingga pembelajaran dilakukan dengan teknik kinestetik melalui pengalaman nyata,” jelas Wakil Rektor III sekaligus Ketua Panitia OKKABUN, Adi Ruswanto, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (10/9/2025).
BACA JUGA: Pongamia Pinnata, Sumber Bioenergi Masa Depan Pesaing Kelapa Sawit
Selain pengenalan tanaman, mahasiswa baru juga diperlihatkan berbagai teknologi mekanisasi yang kini berkembang di sektor perkebunan. Kepala Humas INSTIPER, Betti Yuniasih, menyebutkan tahun ini OKKABUN menghadirkan gelar teknologi, mulai dari crane grabber dan transporter untuk evakuasi tandan buah sawit, hingga truk cerdas hasil riset dosen INSTIPER yang didukung BPDP. Mahasiswa juga diperkenalkan pemanfaatan drone untuk monitoring perkebunan, evaluasi tanaman industri, hingga pemupukan dan pengendalian hama.
Namun, kegiatan ini bukan semata soal ilmu dan teknologi. Melalui sistem kelompok lintas fakultas dan program studi, mahasiswa baru dilatih untuk kerja tim, kedisiplinan, dan kemandirian. Selama bermalam di kebun, mereka harus mendirikan tenda sendiri dan berbagi peran agar bisa beristirahat. “Hal ini mengajarkan perlunya kerja keras dan proses untuk mencapai sesuatu,” tambah Adi Ruswanto.
BACA JUGA: Dosen Instiper Rancang Mekanisasi Sawit Lewat Truk Berbasis Teknologi Cerdas
Mahasiswa baru INSTIPER 2025/2026 datang dari 26 provinsi di Indonesia. Sebagian besar merupakan generasi Z yang terbiasa hidup dengan kemudahan teknologi dan fasilitas keluarga. OKKABUN diharapkan menjadi pengalaman awal yang mengasah kemandirian, pemikiran kritis, serta kemampuan menjadi problem solver—bekal penting untuk menjalani perkuliahan dan menghadapi dunia industri perkebunan di masa depan. (T2)
