InfoSAWIT, BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan pentingnya pengelolaan sawit berkelanjutan sebagai pilar utama ekonomi daerah sekaligus penopang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, Kaltim memiliki lahan sawit produktif seluas 1,34–1,57 juta hektare dengan produksi tahunan mencapai 17–19 juta ton tandan buah segar (TBS). Potensi besar ini, kata Harum, hanya akan membawa manfaat maksimal bila dikelola dengan prinsip keberlanjutan.
“Keberlanjutan, keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah prinsip yang harus kita pegang agar sawit benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat,” ujar Harum, dilansir InfoSAWIT dari Pemprov Kaltim, Sabtu (13/9/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 10-16 September 2025 Naik Rp. 40,06 per Kg
Gubernur yang akrab disapa Harum itu juga menerima penghargaan sebagai “Gubernur Sawit Indonesia”, sebuah pengakuan atas kiprahnya mendorong hilirisasi, diversifikasi produk, serta penguatan konsep ekonomi hijau di sektor perkebunan.
Isu strategis lain yang turut mengemuka adalah penguatan UMKM sawit, peluang kerja generasi muda, hingga peran sawit dalam menopang pembangunan IKN. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim menegaskan, sinergi lintas sektor mutlak diperlukan agar sawit tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.
“Sawit Kaltim harus menjadi motor ekonomi hijau yang berdaya saing dan memberi manfaat nyata, baik bagi daerah maupun bangsa,” kata Taufiq Kurrahman, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim.
BACA JUGA: Produksi Minyak Sawit Malaysia Naik 2,35 Persen pada Agustus, Ekspor Sedikit Melemah
Selain itu, Disbun Kaltim juga menampilkan produk unggulan daerah melalui Toko Kebun Kaltim, yang menjadi wadah promosi hasil olahan sawit dan komoditas perkebunan lainnya. Kehadiran ini menegaskan peran Disbun bukan hanya sebagai regulator, melainkan fasilitator yang mendorong akses pasar lebih luas bagi petani dan pelaku usaha. (T2)
