InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Produksi minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali mencatatkan kenaikan pada Agustus 2025. Data terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan produksi CPO naik 2,35 persen secara bulanan (month-on-month/m-o-m) menjadi 1,86 juta ton, dibandingkan 1,81 juta ton pada Juli.
Dikutip dari Laporan MPOB, Jumat (12/9/2025), ekspor minyak sawit Malaysia justru sedikit terkoreksi. Pada Agustus, volume ekspor tercatat 1,32 juta ton atau turun tipis 0,29 persen dari 1,33 juta ton pada bulan sebelumnya.
Untuk komoditas lain, produksi inti sawit (palm kernel) juga meningkat 2,66 persen m-o-m menjadi 443.077 ton, dari 431.615 ton di Juli. Akan tetapi, produksi minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil) justru turun 4,39 persen menjadi 208.655 ton, sementara bungkil inti sawit (palm kernel cake) susut 4,63 persen menjadi 227.473 ton.
BACA JUGA: Uni Eropa Tegaskan, Operator Wajib Pastikan Produk Sawit Legal dan Bebas Deforestasi
Dari sisi persediaan, stok CPO nasional naik 5,45 persen menjadi 1,08 juta ton pada Agustus, dibandingkan 1,02 juta ton di Juli. Stok minyak sawit olahan juga tumbuh 3 persen menjadi 1,12 juta ton. “Secara total, inventori minyak sawit Malaysia naik 4,18 persen menjadi 2,20 juta ton, dari 2,11 juta ton pada bulan sebelumnya,” demikian catat MPOB dalam laporan terbarunya.
Pergerakan ekspor produk turunan pun bervariasi. Ekspor minyak inti sawit melonjak 22,91 persen menjadi 110.656 ton, sementara ekspor bungkil inti sawit merosot tajam 30,82 persen menjadi 175.874 ton. Ekspor oleokimia turun 7,28 persen menjadi 230.988 ton, sedangkan ekspor biodiesel anjlok 37,32 persen menjadi hanya 30.833 ton.
BACA JUGA: Poltek Kelapa Sawit CWE Gelar MPOMB Agrinusa 2025, Kenalkan Kampus dan Prospek Karier Industri Sawit
Adapun untuk impor, Malaysia tidak mencatat impor CPO pada Agustus, setelah sebelumnya pada Juli masih ada 7.816 ton. Sementara itu, impor minyak inti sawit turun drastis 42,56 persen menjadi 14.082 ton, dibandingkan 24.516 ton pada bulan sebelumnya. (T2)
