Terserap Dunia Kerja
Menariknya, sebelum diwisuda, sebanyak 47 lulusan (28%) telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan, di antaranya Hartono Plantation Indonesia Agro Group, Ciliandry Anky Abadi Group, Sungai Budi Group, Musim Mas, Triputra Agro Persada, dan PT Anugerah Energi Tama.
Poltek Kelapa CWE juga memberi apresiasi kepada LSP Perkebunan dan Hortikultura Indonesia serta LSP Teknik dan Manajemen Industri atas dukungan sertifikasi kompetensi, serta berbagai lembaga pemberi beasiswa, termasuk BPDP, Ditjen Perkebunan Kementan, hingga CSR dari perusahaan sawit.
Dalam setahun terakhir, Poltek CWE mencatat sejumlah capaian penting. Prodi D3 Budidaya dan D4 Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan sedang mempersiapkan sertifikasi ISO 21001:2018. Penelitian dosen meningkat, begitu pula inovasi mahasiswa, terutama aplikasi berbasis IoT. Tiga tim mahasiswa bahkan lolos tahap awal Hackathon Sawit yang digelar GAPKI dan BPDP.
BACA JUGA: Petani dan Pengusaha Sawit Deklarasi Ramah Anak dan Perempuan
Untuk penguatan soft skill, pencak silat kini menjadi kurikulum wajib bagi mahasiswa baru. Kampus juga menambah tenaga pengajar bergelar doktor, yakni Sylvia Madusari, Ph.D. Seiring pertumbuhan jumlah mahasiswa, pembangunan asrama baru berkapasitas 300 orang pun tengah berlangsung.
Nugroho menutup sambutannya dengan penuh harapan. “Kami yakin dengan bekal ilmu, keterampilan, dan nilai karakter, para lulusan mampu berkontribusi bagi kemajuan sawit Indonesia—meningkatkan produktivitas, menghadirkan inovasi, dan menjaga keberlanjutan,” tandas Nugroho. (T2)
