InfoSAWIT, JAKARTA — Konglomerat asal Malaysia, Genting Group, resmi memperluas sayap bisnisnya ke Indonesia melalui anak usaha PT Genting Properti Abadi (GPRA). Grup yang dikenal luas di sektor perhotelan, energi, dan perkebunan kelapa sawit ini mengakuisisi lahan strategis milik PT Sentul City Tbk. (BKSL) seluas 152 hektare dengan nilai transaksi mencapai Rp2,05 triliun.
Langkah Genting menandai masuknya salah satu konglomerasi terbesar Asia ke dalam proyek pengembangan kawasan properti di Jabodetabek, memperkuat kehadirannya di luar negeri setelah sukses menggarap berbagai proyek besar di Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.
Transaksi ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen Sentul City dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/10/2025). Direktur Sentul City, Adi Svahruzad, menjelaskan bahwa kesepakatan dilakukan antara Genting Properti Abadi dengan dua entitas anak Sentul City, yaitu PT Primatama Cahaya Sentosa (PCS) dan PT Aftanesia Raya (AFTA).
“Akta Jual Beli akan ditandatangani pada akhir 2025, dan dengan itu transaksi dinyatakan selesai,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari Bisnis, Jumat (10/10/2025).
BACA JUGA: Petani Sawit di Persimpangan, Tantangan EUDR dan Jalan Panjang Menuju Pasar Global
Adi menambahkan, nilai transaksi sebesar Rp2,05 triliun merupakan hasil kesepakatan bersama tanpa melibatkan penilai independen. Dana hasil penjualan lahan disebut akan digunakan untuk memperkuat likuiditas, memperbaiki struktur keuangan, serta mendukung pengembangan bisnis Sentul City.
Langkah Strategis Genting: Dari Sawit ke Properti Indonesia
Bagi Genting Group, ekspansi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas portofolio bisnis di sektor properti Indonesia — negara yang selama ini menjadi mitra utama Malaysia di bidang energi dan perkebunan. Melalui anak usaha Genting Plantations Berhad, grup ini dikenal sebagai salah satu pemain besar di industri kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia, dengan luas areal tanam mencapai lebih dari 250 ribu hektare di kedua negara.
Kini, Genting memperluas cakupan investasinya ke sektor properti premium. Melalui GPRA, Genting berencana mengembangkan kawasan komersial terpadu di Sentul, Bogor, yang selama ini dikenal sebagai daerah penyangga ibu kota dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Kamis (9/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
Kehadiran Genting di Indonesia tak hanya mencerminkan diversifikasi bisnis, tetapi juga menandai perpaduan antara modal asing asal Malaysia dan aset strategis domestik Indonesia. Dengan rekam jejak panjang dalam mengelola Resorts World Genting di Malaysia, Resorts World Sentosa di Singapura, dan Resorts World Las Vegas di Amerika Serikat, Genting dinilai membawa pengalaman global dalam pengembangan kawasan destinasi kelas dunia.
Kawasan Sentul sendiri telah lama dikenal sebagai pusat pengembangan properti berkonsep hijau dan wisata keluarga. Dengan masuknya Genting Group, banyak pihak memprediksi kawasan ini akan berkembang menjadi hub investasi baru yang menggabungkan sektor pariwisata, perhotelan, dan gaya hidup modern.
