“Itu baru kelapa. Ada juga gambir yang kita suplai 80 persen kebutuhan dunia. Bisa jadi tinta pemilu, bahan sampo, hingga pewarna alami. Semua ini bagian dari program hilirisasi besar-besaran,” katanya.
Untuk mempercepat langkah tersebut, Kementan menyiapkan program Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,95 triliun guna memberikan bantuan benih dan bibit gratis kepada petani di seluruh Indonesia. Program ini mencakup 800 ribu hektare lahan perkebunan dan diproyeksikan menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru dalam dua tahun ke depan.
Amran menegaskan, upaya hilirisasi ini mendapat dukungan penuh dari Presiden RI, terutama dalam penyederhanaan regulasi. “Dulu ada 145 aturan pupuk, sekarang disederhanakan menjadi tiga tahap: dari produsen langsung ke petani,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 10 – 16 Oktober 2025 Turun Tipis, Cenderung Stagnan
Dengan langkah besar menuju hilirisasi dan konversi energi hijau, Amran optimistis Indonesia akan segera memasuki era baru kemandirian pangan dan energi.
“Ini mimpi besar kita, Indonesia tidak hanya lumbung pangan dunia, tapi juga pusat energi berbasis pertanian. Insya Allah, dalam tiga tahun ke depan, kita wujudkan bersama,” tutupnya. (T2)
