InfoSAWIT, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara serah terima uang hasil sitaan kasus korupsi minyak goreng di Kejaksaan Agung RI, Senin (21/10). Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara senilai Rp13,25 triliun bukan hanya sekadar simbol, tetapi bukti nyata komitmen pemerintah memberantas korupsi dan mengembalikan hak rakyat.
“Dengan Rp13 triliun ini, kita bisa memperbaiki lebih dari 8.000 sekolah. Atau membangun sekitar 600 kampung nelayan lengkap dengan fasilitas modern,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menjelaskan, program pembangunan desa nelayan menjadi salah satu prioritas pemerintah hingga 2026. Setiap kampung nelayan akan mendapat anggaran sekitar Rp22 miliar. Dengan total target 1.000 hingga 1.100 kampung nelayan, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup jutaan keluarga pesisir di berbagai daerah.
BACA JUGA: KPPU Ingatkan Dampak Kebijakan Biodiesel Terhadap Harga TBS dan Persaingan Pasar Sawit
“Jika satu kampung nelayan dihuni 2.000 kepala keluarga, maka sedikitnya 5 juta rakyat Indonesia akan merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Korupsi Minyak Goreng Dinilai Tidak Manusiawi
Presiden juga menyinggung keras praktik korupsi yang terjadi di sektor minyak goreng, yang menurutnya telah menyebabkan rakyat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Ia menyebut tindakan tersebut bukan hanya bentuk keserakahan, tetapi bisa dikategorikan sebagai bentuk “subversi ekonomi”.
“Hasil bumi dan air ini milik bangsa Indonesia. Namun, rakyat malah dibiarkan antre dan kesulitan minyak goreng. Itu sangat kejam, sangat tidak manusiawi,” kata Prabowo.
Selain memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung, Prabowo juga mengingatkan agar lembaga penegak hukum tetap berintegritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat kecil dan menolak praktik kriminalisasi.
“Jangan mencari-cari perkara, apalagi terhadap orang kecil. Kalau ada anak SD mencuri ayam karena lapar, itu bukan musuh negara. Penegak hukum harus punya hati,” ujarnya tegas.
Prabowo bahkan mengingat kisah nyata yang pernah ia bantu secara pribadi: seorang anak yang ditangkap karena mencuri ayam diberi beasiswa olehnya setelah kasusnya viral beberapa tahun lalu.
