InfoSAWIT, LAMPUNG – Cargill meresmikan fasilitas pengolahan minyak sawit (refinery) terbaru di Lampung, Selasa (21/10/2025). Investasi senilai US$200 juta ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan 50 tahun Cargill di Indonesia sekaligus memperkuat kapasitas perusahaan dalam menyediakan minyak sawit berkelanjutan untuk pasar global di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Refinery berteknologi tinggi ini dirancang untuk mengolah hingga 3.000 metrik ton minyak sawit per hari, dengan kapasitas pemurnian mencapai satu juta metrik ton per tahun. Seluruh pasokan minyak sawit dipastikan bersumber secara bertanggung jawab dan dapat ditelusuri, sejalan dengan komitmen Cargill terhadap praktik industri yang berkelanjutan dan transparan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif kehadiran investasi baru ini. Ia menilai, pembangunan refinery Cargill menjadi bukti nyata kepercayaan investor terhadap potensi provinsi Lampung sebagai kawasan ramah investasi.
“Investasi ini tidak hanya memperkuat sektor industri, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Rahmat dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (21/10.2025). “Kami mengapresiasi kemitraan dengan Cargill dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk memajukan Lampung dan Indonesia.”
Dalam kesempatan yang sama, Penne Kehl, Asia Pacific Group President of Cargill Agriculture and Trading, menyampaikan bahwa kehadiran refinery di Lampung menjadi simbol kemitraan jangka panjang Cargill dengan Indonesia.
“Selama lima dekade kami tumbuh bersama Indonesia. Investasi ini menandai era baru untuk memperkuat rantai pasok minyak sawit yang tangguh, aman, dan berkelanjutan,” ujar Penne.
BACA JUGA: KPPU Ingatkan Dampak Kebijakan Biodiesel Terhadap Harga TBS dan Persaingan Pasar Sawit
Fasilitas baru ini juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah, sistem pengelolaan air modern, dan peralatan hemat energi, yang dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus menjaga kualitas produk.
Menurut Azlan Adnan, Managing Director Bisnis Tropical Oil Cargill, refinery di Lampung menjadi bagian penting dalam rantai pasok terintegrasi perusahaan dari hulu ke hilir.
“Fasilitas ini memastikan ketertelusuran yang lebih baik dan mendukung peningkatan permintaan terhadap minyak sawit berkelanjutan. Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kontribusi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ungkapnya.
Selain berfokus pada pengolahan sawit, Cargill juga aktif menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial di sekitar wilayah operasinya. Melalui inisiatif seperti Program Kesehatan Keluarga dan Kesadaran Lingkungan di Desa Srengsem, perusahaan membantu memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan gizi masyarakat, serta mendorong praktik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. (T2)
