“Tanah Papua memiliki karakteristik ekologis yang sensitif. Setiap kebijakan investasi berbasis sumber daya alam tidak boleh mengabaikan hak masyarakat adat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah belajar dari dampak investasi kehutanan di sejumlah daerah lain yang memicu bencana alam. Filep bahkan menyinggung kemungkinan kurang lengkapnya referensi yang diterima Prabowo Subianto terkait rencana penambahan kebun sawit di Papua.
“Mungkin Pak Presiden mendapat referensi yang belum utuh dari tim ahli soal rencana menambah kebun sawit di Papua,” ujar Filep. (T2)
