GAPKI Dorong Perbaikan Tata Kelola Sawit Nasional
Eddy menegaskan bahwa salah satu langkah paling penting untuk memperkuat daya saing sawit Indonesia adalah dengan membenahi tata kelola secara menyeluruh dan konsisten. Ia mengingatkan, jangan sampai persoalan tata kelola menjadi titik lemah yang akhirnya dimanfaatkan pihak lain untuk menekan industri sawit dalam negeri.
Ia membandingkan Indonesia dengan Malaysia yang menurutnya memiliki tata kelola lebih rapi meski luas lahan lebih kecil. Malaysia, kata Eddy, memiliki lembaga khusus yang berfungsi kuat dalam pengaturan industri sawit, yakni Malaysian Palm Oil Board (MPOB).
Dalam pandangannya, MPOB memiliki sistem yang memungkinkan pengawasan berbasis data, termasuk kewajiban pelaporan produksi secara detail. Ketika perusahaan tidak melapor, sanksinya bisa tegas, bahkan sampai penghentian operasional.
BACA JUGA: China Borong 10 Kargo Kedelai AS, Kebut Penuhi Target 12 Juta Ton
“Mereka punya satu badan, MPOB. Perusahaan wajib lapor produksi mereka detail. Kalau tidak melaporkan, bisa disanksi, bisa distop operasionalnya,” tegas Eddy.
Ia mendorong Indonesia untuk memiliki sistem serupa agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, sekaligus memperkuat transparansi dan pengawasan industri secara berkelanjutan. (T2)
