Siswa: “Saya Jadi Paham Sawit Bisa Berkelanjutan”
Salah satu siswa peserta kegiatan mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti program edukasi tersebut. Ia menyebut sebelumnya melihat sawit selalu identik dengan kerusakan lingkungan, namun kini memahami bahwa praktik pengelolaan yang baik dapat menciptakan sawit yang berkelanjutan.
“Sebelumnya saya mengira sawit selalu merusak lingkungan. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi paham bahwa sawit bisa berkelanjutan jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat menjadi agen literasi yang mampu menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Mereka juga diharapkan menjadi perpanjangan tangan tim PKM dalam membantu menangkal misinformasi terkait sawit.
BACA JUGA: Jawab Stagnasi Produktivitas, GAPKI Perkuat Teknologi Penyerbukan dan Dorong Berbagai Inovasi
Tim PKM Politeknik Kampar menegaskan, program serupa akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Kampar maupun wilayah lain di Riau.
Menurut tim pelaksana, literasi sawit berkelanjutan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak terjebak dalam narasi yang menyesatkan, sekaligus mampu berperan aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan di daerahnya. (T2)
