InfoSAWIT, KOTAWARINGIN – Bumitama (BGA Group) kembali memperluas langkah pemberdayaan masyarakat melalui program Sekolah Desa Berdaya. Setelah sebelumnya berjalan dan dinilai berhasil di Nanga Tayap, Kalimantan Barat, kini program tersebut resmi dikembangkan ke Kalimantan Tengah, tepatnya di wilayah Kotawaringin.
Perluasan ini menjadi bagian dari kesinambungan komitmen perusahaan dalam membangun desa yang lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasionalnya.
Program Sekolah Desa Berdaya berada di bawah payung Bumitama Berdaya (Beri Daya dan Upaya), sebuah inisiatif yang menitikberatkan pemberdayaan berbasis kearifan lokal, penguatan kapasitas masyarakat, serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi desa.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Rayakan HUT ke-1, Tegaskan Komitmen Dorong Swasembada Energi Nasional
Peluncuran Sekolah Desa Berdaya di Kalimantan Tengah berlangsung di Metro Manggau, Kabupaten Kotawaringin, sekaligus disertai peninjauan fasilitas pendukung, mulai dari gedung sekolah hingga media praktik yang akan digunakan masyarakat sebagai ruang belajar.
Acara peresmian dihadiri jajaran manajemen BGA, termasuk perwakilan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan. Tercatat hadir pula Direktorat Koperasi & UMKM BAPPENAS RI, Asisten Bupati, Bappeda, Dinas Perkebunan, Dinas Perindagkop & UKM, serta DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat.
Selain unsur pemerintah, peresmian turut melibatkan tokoh masyarakat, mitra koperasi dan perbankan, hingga masyarakat desa setempat.
BACA JUGA: Menahan DHE, Menekan Sawit: Kebijakan Makro yang Mengorbankan Petani Sawit
Corporate Affair Director BGA, Johan Sukardi, menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan hanya dapat terwujud apabila kemajuan usaha berjalan selaras dengan perkembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Melalui Sekolah Desa Berdaya di Kotawaringin, BGA mendorong program CSR yang bukan hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi proses penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (23/1/2026).
Menurut Johan, pendekatan ini menjadi landasan penting agar desa mampu berkembang lebih mandiri dan memiliki daya tahan ekonomi dalam jangka panjang.
BACA JUGA: Sawit Tumbuh Subur di Lahan Marginal, Prof Budi dari IPB Tekankan Peran Strategis bagi Indonesia
Strategi Dukung Kesejahteraan dan Persiapan Replanting Plasma
Lebih jauh, Sekolah Desa Berdaya dinilai menjadi langkah strategis BGA untuk ikut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mempersiapkan fase replanting kebun-kebun plasma.
Dalam proses replanting, tantangan ekonomi petani kerap meningkat karena masa tanam ulang membutuhkan waktu hingga tanaman kembali produktif. Karena itu, Sekolah Desa Berdaya turut mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program diversifikasi usaha, agar sumber pendapatan warga tidak hanya bergantung pada satu komoditas.
Upaya ini diarahkan untuk membuka peluang usaha alternatif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.
