Mulai Diperkenalkan Sejak Juli 2025, Ada Tiga Fokus Utama
Pengenalan Sekolah Desa Berdaya di Kalimantan Tengah telah dimulai sejak Juli 2025. Dalam implementasinya, program membawa tiga fokus utama, yaitu:
- Peningkatan produktivitas petani sawit swadaya
- Pengembangan ekonomi produktif masyarakat
- Penguatan desa rendah karbon
Hingga saat ini, BGA telah menyelenggarakan lima batch pelatihan Ekonomi Produktif, dengan klaster pembelajaran mencakup hortikultura, peternakan, hingga olahan pangan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 21 – 27 Januari 2026 Naik Rp 22,93 per Kg
Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga membangun wadah kolaborasi masyarakat desa dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang lebih beragam.
Program ini juga mendapat respons positif dari masyarakat serta pemerintah daerah. Dalam peresmian, Bupati Kotawaringin Barat yang diwakili oleh Asisten I menyampaikan optimisme untuk menjalin kerja sama lebih luas dengan BGA dalam berbagai program pembangunan daerah.
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat sinergi dan memperluas dampak program, agar upaya pemberdayaan tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah.
BACA JUGA: Jawab Stagnasi Produktivitas, GAPKI Perkuat Teknologi Penyerbukan dan Dorong Berbagai Inovasi
Kerja Sama Poklahsar–Hypermart hingga PNM untuk Perluas Akses Modal
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan kerja sama strategis. Salah satunya antara Poklahsar Maju Mapan Belitung Laut dengan Hypermart sebagai mitra pemasaran produk, sekaligus kerja sama dengan PNM untuk memperluas akses permodalan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesinambungan ekonomi masyarakat, terutama untuk UMKM yang membutuhkan jaringan pemasaran lebih luas serta dukungan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.
Department Head CSR Bumitama, Rizki Munadhil, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong peningkatan kualitas UMKM binaan. “CSR mendorong peningkatan standar keberhasilan UMKM binaan mulai dari kompetensi pelaku, permodalan hingga pemasaran dengan menggandeng berbagai pihak eksternal berskala lokal hingga nasional untuk memberikan jaminan keberlanjutan,” ungkap Rizki.
BACA JUGA: Deforestasi Tak Selalu Identik Sawit: Prof Yanto Santosa Jelaskan Akar Masalahnya
Dengan berbagai kolaborasi yang dibangun melalui Sekolah Desa Berdaya di Kotawaringin, perluasan program ini memperkuat komitmen BGA dalam menghadirkan pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bumitama menegaskan, program ini bukan hanya soal pelatihan, namun juga membangun ekosistem desa yang kuat—mulai dari peningkatan kapasitas warga, peluang ekonomi baru, akses pasar, hingga dukungan permodalan—sebagai fondasi kemandirian desa dan pembangunan daerah dalam jangka panjang. (T2)
