InfoSAWIT, NEW DELHI – India diperkirakan akan membatasi impor bebas bea kedelai dan jagung asal Amerika Serikat (AS) untuk konsumsi manusia dalam rancangan perjanjian dagang dengan Washington. Pemerintah India hanya membuka akses terbatas bagi produk pertanian AS yang berkaitan dengan sektor energi dan pakan ternak, menurut sumber yang memahami jalannya pembahasan.
Dalam negosiasi tersebut, New Delhi disebut tetap kukuh menjaga batas merah di sektor pertanian demi melindungi petaninya. “Kedelai berada di luar kesepakatan,” ujar salah satu sumber yang mengetahui langsung proses perundingan dilansir InfoSAWIT dari India Times, Jumat (6/2/2026).
Meski demikian, India berpeluang membuka pasar untuk beberapa produk pertanian AS lainnya. Komoditas seperti sorgum serta distillers-dried grains with solubles (DDGS) — produk samping dari proses produksi etanol berbasis jagung yang umumnya digunakan sebagai pakan unggas dan ternak — disebut berpotensi mendapatkan akses terbatas ke pasar India.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 6-12 Februari 2026 Naik Rp. 51,5 per Kg
Selain itu, sejumlah kacang-kacangan asal AS diperkirakan akan memperoleh fasilitas bebas bea masuk. Almond, mete, pecan, walnut, dan pistachio Amerika dipandang memiliki peluang besar di pasar India, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pola hidup sehat yang mendorong konsumsi kacang-kacangan.
Amerika Serikat selama ini mendorong India untuk meningkatkan impor kedelai dan jagung dari Negeri Paman Sam. Namun, upaya tersebut kerap mendapat penolakan dari New Delhi, terutama karena kekhawatiran terhadap varietas hasil rekayasa genetika atau genetically modified (GM).
Penolakan itu juga datang dari pelaku industri domestik. Tahun lalu, Soybean Processors Association (SOPA) mendesak Kementerian Perdagangan India agar menolak proposal impor bungkil kedelai GM dari AS. SOPA menilai India masih memiliki pasokan domestik yang cukup dan membuka keran impor justru akan merugikan petani lokal.
BACA JUGA: 4 Juta Hektare Kawasan Konservasi Diduduki Sawit Ilegal, Pemerintah Siapkan 70 Ribu Polisi Hutan
“Memberikan izin impor bungkil kedelai GM pada tahap ini akan membawa dampak yang menghancurkan bagi sektor pertanian India,” tulis asosiasi tersebut dalam surat resminya kepada pemerintah.
Sikap keras India dalam perundingan ini menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi isu sensitif dalam kerja sama dagang bilateral. Meski membuka peluang pada komoditas tertentu, New Delhi tampaknya tidak ingin mengorbankan kepentingan petani domestik demi konsesi perdagangan dengan AS. (T2)
