InfoSAWIT, SINGAPURA – Kencana Agri Limited (“Kencana” atau “Grup”) membukukan kinerja solid sepanjang tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 (FY2025). Perseroan mencatat lonjakan pendapatan dua digit serta pertumbuhan signifikan pada laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.
Merujuk keterangan resmi Kencana Agri Limited yang diterima InfoSAWIT, Rabu (4/3/2026), pendapatan Grup meningkat 29,2% pada FY2025 dibandingkan FY2024. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi peningkatan volume penjualan serta harga jual rata-rata (average selling price/ASP) untuk minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (PK).
“Harga jual rata-rata CPO meningkat 6,0% dari US$785 per metrik ton pada FY2024 menjadi US$832 per metrik ton pada FY2025, sementara harga jual rata-rata PK melonjak 44,1% dari US$491 menjadi US$708 per metrik ton,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 4-10 Maret 2026 Naik Rp 55,57 per Kg
Selain faktor harga, volume penjualan juga mengalami peningkatan. Penjualan CPO naik 17,3% dari 173.323 MT menjadi 203.314 MT, sedangkan penjualan PK tumbuh 18,1% dari 33.833 MT menjadi 39.964 MT. Kenaikan volume ini terutama didukung oleh peningkatan produksi dan perbaikan kinerja operasional.
Biaya Penjualan Naik, Margin Tetap Stabil
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, biaya penjualan meningkat 29,5% dari US$110,4 juta pada FY2024 menjadi US$143,0 juta pada FY2025. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh aktivitas pemupukan dan pemeliharaan kebun yang lebih intensif untuk menjaga kondisi tanaman serta mendukung potensi hasil panen.
Selain itu, perbaikan harga pasar CPO turut berdampak pada kenaikan biaya pembelian tandan buah segar (TBS) dari koperasi plasma dan pemasok pihak ketiga. Volume pembelian CPO dari pihak ketiga yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan pengiriman minimum dan optimalisasi distribusi juga berkontribusi pada kenaikan biaya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 4–10 Maret 2026 Naik Rp. 55,13 per Kg
Meski demikian, margin laba kotor relatif terjaga di level 28,0% pada FY2025, dibandingkan 28,2% pada FY2024.
Laba Bersih Melonjak 54%
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak meningkat menjadi US$24,8 juta pada FY2025, dari US$22,7 juta pada FY2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan laba kotor seiring peningkatan pendapatan.
“Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan yang lebih rendah, Grup mencatat laba bersih sebesar US$18,4 juta pada FY2025, meningkat 54,4% dibandingkan US$11,9 juta pada FY2024,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (3/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat Tertinggi
Manajemen juga menjelaskan bahwa kinerja laba sebagian tertekan oleh kerugian akibat perubahan nilai wajar aset biologis dan piutang plasma. Kerugian nilai wajar aset biologis terutama dipengaruhi oleh moderasi harga CPO dari level tinggi yang tercatat pada akhir 2024.
Dengan dukungan harga yang kondusif, peningkatan volume penjualan, serta stabilitas margin, Kencana menutup FY2025 dengan fundamental keuangan yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. (T2)
