InfoSAWIT, SINGAPURA – Indofood Agri Resources Ltd. (IndoAgri) mencatat pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun buku 2025 (FY2025), sekaligus menyiapkan strategi peningkatan kinerja operasional dan ekspansi kapasitas pengolahan pada 2026.
Merujuk keterangan resmi IndoAgri yang diterima InfoSAWIT, Minggu (3/3/2026), total produksi tandan buah segar (FFB) pada FY2025 mencapai 3,725 juta metrik ton (MT), naik 2% dibandingkan 3,645 juta MT pada FY2024.
“Total FFB up 2% in FY2025 mainly due to higher FFB purchases from external parties, partly offset by lower nucleus FFB production,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
BACA JUGA: Pendapatan Melonjak 29%, Laba Bersih Kencana Agri Tumbuh 54% di 2025
Kenaikan volume FFB yang diproses turut mendorong produksi CPO menjadi 733 ribu MT, meningkat 4% secara tahunan dari 706 ribu MT pada tahun sebelumnya. Sementara produksi palm kernel (PK) relatif stabil di level 166 ribu MT.
Dari sisi produktivitas, tingkat ekstraksi CPO (CPO extraction rate) naik menjadi 20,7% dari 20,6% pada FY2024, sedangkan tingkat ekstraksi PK sedikit turun menjadi 4,7%.
Luas Tanam Capai 280.975 Hektare
Hingga 31 Desember 2025, total area tertanam IndoAgri tercatat 280.975 hektare (ha). Dari total tersebut, tanaman kelapa sawit mendominasi seluas 237.437 ha.
BACA JUGA: Laba Bersih Wilmar Melonjak 38% di Semester II 2025, Segmen Industri Jadi Penopang Utama
Selain sawit, Perseroan juga mengelola komoditas lain di Indonesia yang meliputi karet seluas 16.203 ha, tebu 13.719 ha, serta tanaman lain seperti kayu, kakao, dan teh seluas 13.616 ha. Sementara itu, area tebu di Brasil tercatat mencapai 133.141 ha.
Sebagai perusahaan agribisnis terintegrasi yang tercatat di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST), IndoAgri berada dalam kelompok usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan First Pacific Company Limited.
Strategi 2026: Fokus Efisiensi dan Ekspansi Hilir
Memasuki 2026, IndoAgri menegaskan fokus pada penguatan kinerja operasional perkebunan melalui pengendalian biaya dan inovasi agronomis untuk meningkatkan produktivitas.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Rabu (4/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
“Perseroan akan terus berfokus pada rencana aksi yang terarah, termasuk meningkatkan hasil operasional, memperkuat pengendalian biaya, mendorong inovasi agronomi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan, serta memprioritaskan investasi modal pada area-area strategis,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
Di segmen minyak dan lemak nabati (edible oils & fats), Perseroan menargetkan penyelesaian ekspansi kilang Tanjung Priok pada kuartal IV 2025 melalui penambahan lini produksi ketiga dengan kapasitas pengolahan hingga 450.000 MT per tahun.
Manajemen juga menekankan strategi peningkatan volume penjualan melalui harga kompetitif, penguatan jaringan distribusi, serta menjaga ketersediaan produk guna mendukung pertumbuhan pasar konsumen dan industri domestik.
BACA JUGA: Produksi Kedelai Brasil Direvisi Turun, Cuaca Buruk di Rio Grande do Sul Tekan Hasil Panen
Dengan kombinasi pertumbuhan produksi, stabilitas produktivitas, serta ekspansi kapasitas hilir, IndoAgri optimistis dapat memperkuat daya saing di tengah dinamika industri sawit global pada 2026. (T2)
