Produktivitas kebun sawit petani saat ini rata-rata masih di bawah 12 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun. Melalui program PSR, produktivitas tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga 20–25 ton TBS per hektare per tahun.
Jika program PSR berjalan lambat, SPKS khawatir produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) nasional dapat menurun pada masa mendatang.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu berbagai program strategis pemerintah, termasuk program mandatori biodiesel serta ketahanan pasokan minyak goreng nasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Maret 2026 Naik Rp 75,06 per Kg
Selain itu, percepatan program PSR juga dinilai dapat mengurangi tekanan pembukaan lahan baru untuk meningkatkan produksi sawit nasional.
SPKS menilai melalui keberhasilan program peremajaan kebun sawit rakyat, target pemerintah untuk mencapai produksi 100 juta ton CPO per tahun dapat tercapai tanpa harus membuka lahan baru secara besar-besaran. (T2)
