Komunikasi Korporasi sebagai Mitra Strategis Direksi

oleh -2.298 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Renaldi Zein - Pakar komunikasi dan profesional media, alumnus magister komunikasi Universitas Indonesia, anggota Dewan Pengawas RRI 2005-2010.

BUMN dan Kompleksitas Mandat Publik

Di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peran komunikasi menjadi lebih berlapis—bahkan, dalam banyak hal, politis. BUMN tidak hanya beroperasi sebagai entitas bisnis, tetapi juga memikul mandat publik. Setiap kebijakan, sekecil apa pun, berpotensi menjadi sorotan.

Di sinilah komunikasi menjadi garda terdepan.

Sejumlah BUMN besar telah menempatkan fungsi ini dekat dengan pucuk pimpinan. Di PT Pertamina (Persero), komunikasi korporat beririsan langsung dengan direksi, menjaga konsistensi narasi di sektor energi yang sensitif dan berdampak luas. Di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, komunikasi menjadi bagian tak terpisahkan dari transformasi digital—memastikan perubahan tidak hanya terjadi, tetapi juga dipahami.

BACA JUGA: Bergerak Variatif, AALI dan LSIP Menguat di Tengah Tekanan Sebagian Saham Lain

Sektor perbankan, dengan tingkat kepercayaan publik yang tinggi sebagai fondasinya, menunjukkan pola serupa. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menempatkan komunikasi sebagai fungsi strategis yang melekat pada pengambilan keputusan tingkat atas. Sementara PT PLN (Persero) menjadikan komunikasi sebagai ujung tombak dalam menjelaskan isu-isu krusial—mulai dari kebijakan tarif hingga transisi energi.

Semua itu menunjukkan satu hal: di BUMN, komunikasi bukan sekadar alat. Ia adalah instrumen legitimasi.

Pada akhirnya, komunikasi korporasi bukan semata soal struktur organisasi. Ia adalah refleksi dari kesadaran yang lebih dalam—bahwa komunikasi adalah kekuasaan.

BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan DBH Sawit Minimal 4 Persen, Dorong Keadilan Fiskal Daerah

Kekuasaan untuk membentuk persepsi. Kekuasaan untuk mengarahkan opini. Kekuasaan untuk menjaga—atau kehilangan—kepercayaan.

Perusahaan yang memahami hal ini akan menempatkan komunikasi di jantung strateginya. Bukan karena tren, melainkan karena kebutuhan.

Peter F. Drucker, pemikir manajemen kelahiran Austria, pernah mengatakan bahwa tidak ada eksekutif yang dirugikan karena memiliki tim yang kuat dan efektif. Dalam konteks ini, tim komunikasi adalah bagian dari kekuatan itu—penopang yang sering tak terlihat, tetapi menentukan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Lagi Pada Jumat (27/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ketat

Ketika komunikasi berjalan seiring dengan kepemimpinan, organisasi tidak hanya bergerak maju. Ia bergerak dengan arah yang jelas, dengan cerita yang utuh, dan—yang paling penting—dengan kepercayaan yang terjaga.

Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada keputusan, mungkin di situlah letak keunggulan sesungguhnya, bukan pada siapa yang paling cepat bertindak, tetapi pada siapa yang paling mampu menjelaskan mengapa ia bertindak. (*)

Penulis: Renaldi Zein, MSi / Pakar komunikasi dan profesional media, alumnus magister komunikasi Universitas Indonesia, anggota Dewan Pengawas RRI 2005-2010.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com