Untuk mempercepat realisasi, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan Rp5 triliun guna mendukung pembentukan 19 klaster SISKA nasional, lengkap dengan subsidi bunga kredit dan asuransi investasi sebagai instrumen mitigasi risiko.
Pemerintah juga terus mendorong pola kemitraan Inti-Plasma, seperti model SISKA KUINTIP yang telah berkembang di Kalimantan Selatan. Melalui skema ini, masyarakat sekitar perkebunan dapat terlibat langsung dalam budidaya sapi di areal perusahaan dengan dukungan pembinaan, fasilitas, dan pendanaan kolaboratif.
Sinergi multipihak antara BUMN Perkebunan, Bank Himbara, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan organisasi peternak dinilai menjadi fondasi utama agar integrasi sawit-sapi tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi berkembang menjadi model ekonomi pedesaan baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun sawit. (T2)
