“Kita imbau tauke dan pemilik peron, jangan mengambil momentum untuk menekan harga sawit petani swadaya. Kita ingin seluruh pihak menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani sawit di Rohul,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut hasil sidak, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berencana memanggil seluruh manajemen PKS yang beroperasi di wilayah tersebut. Pertemuan itu akan difokuskan pada evaluasi harga TBS serta percepatan realisasi kemitraan antara perusahaan dan kelembagaan petani guna menciptakan rantai pasok bahan baku yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Disnakbun Rohul menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan harga TBS di seluruh PKS melalui pemantauan harian. Data yang terkumpul akan dilaporkan secara berkala kepada Dinas Perkebunan Provinsi Riau hingga Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan di tingkat yang lebih luas. (T2)
