Harga Minyak Mentah Dinilai Tidak Banyak Pengaruhi CPO
Terkait pergerakan harga energi global, Andrial melihat pengaruh harga minyak mentah dunia terhadap CPO saat ini relatif terbatas. Ia memperkirakan harga crude oil berpotensi terkoreksi akibat membaiknya sentimen geopolitik di Timur Tengah, termasuk kemungkinan meredanya ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat serta normalisasi jalur perdagangan melalui Selat Hormuz.
Meski demikian, koreksi harga minyak mentah tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan CPO yang saat ini masih ditopang faktor fundamental internal.
“Untuk pekan ini, pengaruh crude oil terhadap CPO relatif kecil karena pasar sawit masih mendapatkan dukungan kuat dari sisi permintaan dan sentimen biodiesel,” ujarnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Kotawaringin Barat Berjuang Bangun Pabrik Sawit, Investasi Capai Rp250 Miliar
CPO Berpeluang Uji Resistance Rp15.625/Kg
Dari sisi teknikal, Andrial memperkirakan harga CPO di KPBN berpeluang menguji level resistance Rp15.625 per kilogram, yang merupakan titik tertinggi yang tercatat pada Mei lalu.
Apabila level tersebut berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya diperkirakan mengarah ke kisaran Rp15.850 per kilogram. Sementara itu, area support dinilai masih cukup kuat berada di sekitar Rp15.225 per kilogram.
“Pelaku pasar perlu terus mencermati perkembangan ekspor Malaysia, pergerakan harga soybean oil di CBOT dan Dalian, serta dinamika implementasi program B50 karena faktor-faktor tersebut masih menjadi penggerak utama harga CPO dalam jangka pendek,” pungkas Andrial. (T2)
Untuk analisa lebih lanjut bisa Klik: KPBN – INACOM
