Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM) BRIN, David Candra Birawidha, menegaskan bahwa BRIN terus mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh sektor industri.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga riset dengan pelaku engineering dan manufaktur menjadi langkah strategis untuk mempercepat komersialisasi inovasi teknologi mineral di Indonesia.
“Melalui kajian tekno-ekonomi seperti ini, kami ingin memastikan setiap inovasi dan desain proses yang dihasilkan para periset BRIN memiliki dasar keekonomian yang kuat, kompetitif, serta siap diimplementasikan oleh industri nasional,” ujar David.
BACA JUGA: Pabrik Sawit Tanpa Kebun Dinilai Ganggu Tata Niaga Sawit, Khawatir Kaburkan Keterlacakan Pasokan
BRIN berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi referensi bagi investor maupun pelaku industri dalam mengembangkan industri karbon aktif nasional, termasuk memanfaatkan potensi limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku bernilai tambah tinggi yang mendukung ekonomi sirkular dan hilirisasi sektor perkebunan. (T2)
