Indonesia Dorong Negara-Negara Selatan Naik Kelas Lewat Hilirisasi Mineral Kritis

oleh -385 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/(Kiri-kanan) Wakil Ketua Sekretariat Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Hariyanto, Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Tri Winarno, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM Heldy Satrya Putera, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, dan Direktur Program Yayasan Penabulu Rini Devianti Nasution di acara Jakarta Agenda Declaration, di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Pendekatan tersebut menjadi penting karena mineral kritis memiliki posisi strategis dalam perkembangan teknologi dan transisi energi global. Negara yang memiliki cadangan mineral kritis berpeluang memperoleh manfaat ekonomi besar apabila mampu mengembangkan industri pengolahan hingga manufaktur di dalam negeri.

 

Negara Selatan Jangan Hanya Jadi Pemasok

Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengatakan permintaan terhadap mineral kritis terus berkembang, sementara sebagian besar cadangan komoditas strategis tersebut berada di negara-negara belahan bumi selatan.

Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi negara produsen untuk membangun basis industri domestik. Namun, peluang itu hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila negara-negara tersebut mampu keluar dari pola lama sebagai pemasok bahan mentah bagi industri global.

BACA JUGA: Nanolignin dari TKKS Berpotensi Jadi Adsorben Ramah Lingkungan untuk Serap Timbal

Esther menekankan pentingnya membangun industri domestik yang kuat sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin sekadar memasok pasar global. Mineral kritis harus jadi modal untuk membangun industri kita sendiri dan menciptakan pekerjaan yang layak bagi rakyat kita,” ujarnya.

Atas dasar pemikiran tersebut, INDEF Green Transition Initiative bersama Penabulu-Oxfam mempertemukan sejumlah negara dari Asia, Afrika hingga Amerika Latin untuk membahas arah pembangunan industri mineral kritis.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Diproyeksi Tetap Kuat pada Semester II 2026 Meski Stok Naik

Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan Agenda Jakarta yang menempatkan industrialisasi hijau sebagai bagian penting dari strategi negara-negara Global Selatan dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi global.

 

Lima Prioritas Agenda Jakarta

Direktur Program Yayasan Penabulu Rini Devianti Nasution menjelaskan, Agenda Jakarta memuat lima prioritas utama untuk memperkuat posisi negara-negara belahan selatan dalam rantai nilai mineral kritis.

Prioritas pertama adalah memperkuat rantai nilai domestik sekaligus melakukan diversifikasi ekonomi agar pengelolaan mineral dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kedua, mendorong perubahan pola kemitraan dari sekadar hubungan perdagangan komoditas menuju transformasi industri yang memberikan nilai tambah lebih besar di negara produsen.

BACA JUGA: 2.587 Koperasi Perkebunan Didorong Perkuat Hilirisasi Sawit dan Posisi Petani

Ketiga, menyelaraskan kebijakan lintas sektor dan lintas negara untuk mendukung transformasi struktural serta menghindari kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri.

Prioritas keempat adalah memperkuat akuntabilitas guna membangun rantai nilai yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara prioritas kelima diarahkan pada peningkatan kapasitas industri secara kolektif melalui kerja sama dan koordinasi antarnegara Global Selatan.

Kelima agenda tersebut diharapkan menjadi kerangka bersama bagi negara-negara produsen untuk mengoptimalkan kekayaan mineral kritis tanpa mengabaikan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com