I-EU CEPA Siap Buka Jalan Baru Ekspor Sawit Indonesia ke Eropa

oleh -196 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan langkah menuju implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).

EUDR hingga CBAM Masih Jadi Perhatian

Meski menawarkan peluang akses pasar yang lebih besar, implementasi I-EU CEPA masih menghadapi sejumlah tantangan regulasi. Salah satunya berkaitan dengan kebijakan Uni Eropa yang berpotensi memengaruhi sejumlah sektor ekspor Indonesia.

Untuk industri sawit, perhatian besar tertuju pada European Union Deforestation Regulation (EUDR). Selain itu, terdapat pula Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) serta sejumlah persyaratan sektoral lainnya, termasuk ketentuan bagi produk perikanan.

Budi Santoso mengatakan berbagai regulasi yang berpotensi mengurangi manfaat I-EU CEPA dapat menjadi bagian dari pembahasan bersama kedua pihak, termasuk jika terdapat aturan baru yang muncul setelah perjanjian ditandatangani.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan Seksual, Komite Gender di Perusahaan Sawit Didorong Diperkuat

Menurut dia, perjanjian dagang ini harus mampu memberikan kepastian sekaligus manfaat nyata bagi pelaku usaha Indonesia dan Uni Eropa.

 

Target Tanda Tangan Oktober 2026

Perundingan I-EU CEPA telah berlangsung sejak 2016 dan mencapai kesepakatan substansial pada September 2025. Saat ini, Indonesia dan Uni Eropa tengah menyelesaikan berbagai prosedur internal sebelum memasuki tahap penandatanganan dan ratifikasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah menargetkan penandatanganan I-EU CEPA dapat dilakukan pada Oktober 2026. Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan ratifikasi oleh parlemen masing-masing pihak sebelum perjanjian mulai diimplementasikan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 19–25 Agustus 2026 Naik, Usia 10–20 Tahun Rp3.917,50 per Kg

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, menyambut positif dialog persiapan tersebut. Ia menilai forum itu menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah menuju penandatanganan serta ratifikasi I-EU CEPA.

Bagi Indonesia, I-EU CEPA dapat menjadi momentum baru untuk memperluas pasar ekspor, menarik investasi di sektor-sektor strategis, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Bagi industri sawit, peluang tarif nol persen membuka ruang baru untuk memperkuat daya saing produk nasional di pasar Eropa.

Namun, terbukanya akses pasar juga membawa pekerjaan rumah. Industri dan pemerintah perlu memastikan kesiapan dalam memenuhi berbagai standar dan regulasi keberlanjutan yang berlaku di pasar Uni Eropa.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II Agustus 2026 Tertinggi Rp3.853,40/Kg, Ini Daftar Plasma dan Swadaya

Dengan demikian, I-EU CEPA bukan sekadar perjanjian untuk menurunkan tarif. Bagi Indonesia, khususnya sektor sawit, kesepakatan ini dapat menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas—sekaligus ujian atas kesiapan industri nasional dalam menjawab tuntutan perdagangan global yang semakin ketat. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com