InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia kembali merosor untuk tiga hari berturut-turut pada Jumat (17/6/2022), serta mencatatkan sesi terburuk mingguan dalam periode enam minggu, akibat dari meningkatnya ekspor minyak sawit Indonesia dan adanya prediksi peningkatan produksi, kemudian menekanharga lebih rendah.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun sekitar 1,33% per ton menjadi RM 5.400 (US$ 1.228,67) per ton pada awal perdagangan. Selama seminggu ini harga minyak sawit telah menurun sekitar 8,5%.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Persetujuan Ekspor (PE) untuk volume sekitar 820 ribu ton, dibawah skema Domestic Market Obligation (DMO) dan program percepatan ekspor, seperti dilaporkan Kementerian Perdagangan pada Rabu (15/6/2022).
BACA JUGA : Harga Minyak Sawit Melorot untuk Hari Ketiga Berturut-turut
Sebelumnya pada Selasa (14/6/2022) merujuk data Kementerian Perdagangan mencatat saldo DMO sebanyak 450.221 ton yang artinya saldo PE sejumlah 2.251.105 ton, perhitungan ekspor ini dengan asumsi pengadaan untuk dalam negeri 1 dan ekspor 5 kali lipat atau 1 banding 5.
Sementara, pengimpor minyak nabati utama India juga telah menurunkan harga dasar impor minyak sawit mentah, minyak kedelai, emas dan perak, kata pemerintah pada Rabu malam.
Sementara, kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 turun 0,64%, sementara kontrak minyak sawit DCPv1 turun 1,12%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 diperdagangkan 0,39% lebih tinggi.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit mungkin melayang berada diatas RM 5.394 per ton, atau bisa saja kemudian melambung ke kisaran RM 5.571 – RM 5.702 per ton. (T2)
