InfoSAWIT, SEKAYU – Pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak hanya berkutat kepada budidaya saja, namun mulai merambah kepada pengembangan ternak sapi yang dikenal dengan integrasi sawit-sapi.
Kendati sudah lama diterapkan pola ini dianggap masih butuh pengembangan. Namun bagi petani asal Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan, pola integrasi sawit-sapi mulai diterapkan.
Dikatakan Adin Salihin, salah satu petani sawit yang juga peternak lembu, kepada InfoSAWIT, dirinya telah beternak lembu dengan jumlah sekitar 75 ekor, dimana semua ternak itu diangon di kebun sawit dari mulai pagi sampai sore. Lalu malam harinya digiring ke kandang terbuka di perkebunan karet milik petani. “Semua punya petani sawit,” kata Adin Salihin.
BACA JUGA: Lindungi Pekerja Sawit, KJRI Johor Bahru Kunjungi Kebun Sawit di Negeri Pahang
Sementara sumber pasokan dengan pola itu kata Adin, mereka sangat bersyukur “kolaborasi” sapi dan sawit itu bisa terujud. Sebab, gulma atau berbagai jenis ilalang di kebun sawit bisa dilahap ternak mereka.
“Dan ternak kami pun bisa kenyang. Sehingga kami tidak keluar modal untuk makanan ternak lembu kami. Yang penting, kami itu bisa merawat kebun sawit sekaligus ngangon lembu kami. Dan pekerjaan bisa dilakukan sekaligus,” kata Adin.
Disinggung tentang penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi atau lembu serta jamur ganoderma pada tanaman sawit yang dituding dibawa oleh ternak lembu, Adin membantah.
Ia bilang, tak pernah dua hal itu negatif terjadi pada ternak lembu dan tanaman kelapa sawit mereka. “Selama ini kami angonkan ternak kami di kebun sawit, dan selama itu pula aman-aman saja tanaman sawit dan ternak lembu kami,” kata Adin.
BACA JUGA: Lindungi Pekerja Sawit, KJRI Johor Bahru Kunjungi Kebun Sawit di Negeri Pahang
Yang membuat mereka pusing luar biasa bukan soal PMK atau ganoderma, melainkan aksi pencurian hewan ternak mereka tersebut. “Lah, lembu-lembu kami itu jumlahnya berkurang bukan karena PMK, melainkan dicuri. Maklumlah, kandang lembu kami di alam terbuka, hanya dijaga kawat berduri,” ujar Adin.
Selain itu, kata dia, beberapa ekor lembu mereka sering terjebak lumpur saat sedang diangon di kebun sawit tertentu sehingga berujung kematian. (T5)
Artikel ini telah tayang di Infosawit Sumatera dengan judul © Petani di Muba Angonkan Ternak Lembu di Kebun Sawit, Ini Hasilnya
