InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga CPO (minyak sawit mentah di Bursa Berjangka Malaysia naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu (2/11/2022) mencapai level tertinggi pada periode 12 minggu, menyusul menguatnya harga minyak nabati lainnya, akibat munculnya kekhawatiran gangguan pasokan di Laut Hitam.
Dilansir Reuters, kontrak patokan minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Januari 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 128, atau terdapat kenaikan sekitar 3,02%, menjadi RM 4.361 (US$ 919,85) per ton pada awal perdagangan, tertinggi sejak 12 Agustus lalu.
Dunia harus menanggapi dengan tegas setiap upaya Rusia untuk mengganggu koridor ekspor gandum Ukraina, kata Presiden Volodymyr Zelenskiy, karena lebih banyak kapal yang dimuat meskipun Moskow menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan yang difasilitasi PBB.
Masih dilansir Reuters, kontrak soyoil teraktif di Bursa Dalian DBYcv1 tercatat naik 3,3%, demikian pula kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 2,4%. Lantas untuk harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 1,2%. (T2)
