InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia turun untuk hari kedua pada Jumat (2/12/2022) akibat berlanjutnya penguatan mata uang ringgit terhadap dollar dan harga minyak nabati lainnya yang juga kembali melorot, sehingga diprediksi menjadi minggu dengan harga minyak sawit yang melemah.
Dilansir Reuters, kontrak benchmark minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Februari 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,67% menjadi RM 4.010 (US$ 913,44) per ton pada awal perdagangan. Sekadar catatan selama seminggu ini harga minyak sawit turun 3,16%.
Sementara harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOc2 turun 0,76% pada Jumat, memperpanjang penurunan setelah sehari sebelumnya membukukan penurunan tertinggi sejak Juli. Kontrak soyoil teraktif Dalian DBYv1 turun 2,53%, sedangkan kontrak minyak sawit DCPv1 merosot 3,49%.
BACA JUGA: Pungutan Ekspor CPO (Dana BPDPKS) Desember 2022 Dikutip US$ 85/MT
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya lantaran mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.
Sementara enurunan harga minyak bunga matahari terhadap minya kedelai telah melebar selama minggu ini ke level tertinggi dalam lebih dari 9 bulan, lantaran eksportir terkemuka Ukraina dan Rusia secara agresif menawarkan minyak untuk menurunkan stok mereka, kata pejabat industri kepada Reuters. (T2)
