InfoSAWIT, PAPUA – Musyawarah Nasional (Munas) XI Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Bali, bakal melantik GAPKI Cabang Papua, sebagai salah satu cabang terbaru yang dimiliki GAPKI. Tercatat cabang baru ini bakal mewakili perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di pulau Papua yang tersebar di 5 provinsi baru.
Menurut Luwy Leunufna, keberadaan perkebunan kelapa sawit berada di beberapa wilayah provinsi Papua dan berkontribusi besar terhadap geliat ekonomi masyarakat. “Hampir semua wilayah perkebunan kelapa sawit dapat mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi masyarakat luas di wilayah Papua,” ungkap Luwy kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Menurutnya, keberadaan perkebunan kelapa sawit di pulau Papua, hanya seluas 0,001% bila dibandingkan total luas hutan alam Papua yang masih membentang sangat luas.
BACA JUGA: DPD asal Papua Barat Tuntut DBH Sawit, Lantaran Amanat Nomor 1 Tahun 2022
Merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020 silam, luas hutan Papua mencapai 34 juta hektare lebih. Jauh bila dibandingkan dengan perkebunan kelapa sawit di Papua, yang hanya sekitar 200 ribu hektar saja.
“Jadi luas perkebunan kelapa sawit, hanya sebesar 0,001% dibandingkan luas hutan alam yang masih membentang luas hingga 34 juta hektar di Papua,” kata Luwy .
Lebih lanjut kata Luwy, keberadaan perkebunan kelapa sawit turut mendorong adanya perbaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas di Papua. Lantaran, keberadaan masyarakat Papua masih mengalami kesulitan ekonomi hingga dewasa ini.
BACA JUGA: Kabar Gembira!! GAPKI Bakal Lantik Cabang Papua di Bali
Luwy berharap kepada Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk bersama-sama perkebunan kelapa sawit, guna mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Papua. Lantaran kolaborasi antar pemangku kepentingan usaha perkebunan kelapa sawit termasuk pemerintah, dapat mendorong banyak kesejahteraan hidup bagi masyarakat Papua. “supaya masyarakat Papua, hidupnya lebih sejahtera di masa depan,” tandas Luwy. (T1)
