Bayangkan saja, perkebunan kelapa sawit terluas di dunia ini berada di NKRI, terutama di wilayah Provinsi Riau, tapi kenapa masih banyak rakyat yang susah, banyak oknum maupun kelompok yang menjual-jual nama profesi petani kecil.
“Mafia tanah, lahan dan kebun kelapa sawit dalam kawasan hutan. bisnisnya ilegal! jejak rekam atas dirinya yang terbukti telah mempermainkan tanah negara lewat Izin Hak Guna Usaha (HGU) sudah cukup bagi rakyat,” kata Larshen Yunus.
Sebab itu, kata Larshen Yunus , seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terhimpun di dalam satu rumah besar KNPI, segera melakukan konsolidasi penguatan, guna mempersiapkan perlawanan terhadap para komprador, koruptor dan perampok tanah-tanah rakyat. melawan spekulasi tingkat tinggi, orang-orang yang berlindung atas nama petani rakyat, petani kecil, padahal mereka itu pengusaha besar, yang menguasai ratusan bahkan ribuan hektar kebun kelapa sawit.
BACA JUGA: Harga Minyak Goreng Sawit Pada Ramadhan 2023 Relatif Aman
“Kalau bukan kita, siapa lagi? kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo Semuanya! Bapak ibu dan Para Pemuda se-Tanah Air. Mari Peduli dan Proaktif. Lakukan sosial kontrol, Lihat dan perhatikan bahkan telanjangi pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam menguasai kebun-kebun kelapa sawit ilegal, didalam kawasan hutan,” katanya. (T2)
