InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik pada Kamis (6/5/2023), melangalami kenaikan setelah sebelumnya beberapa kali terjadi penurunan di sesi sebelumnya, akibat adanya prediksi penurunan tajam stok bulan Maret 2023.
Dilansir Reuters, patokan kontrak minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Juni 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 26 per ton, atau terdapat kenaikan sekitar 0,67%, menjadi RM 3.894 (US$ 885,00) per ton di awal perdagangan.
Kondisi kenaikan harga ini dipicu stok minyak sawit di Malaysia pada akhir Maret 2023 anjlok 16,3% dari bulan sebelumnya menjadi 1,77 juta ton. Menjadi stok terendah dalam delapan bulan terakhir. Berdasarkan survei Reuters pada Rabu (5/4/2023), penurunan stok terjadi akibat ekspor melonjak menjelang bulan Ramadhan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 5 April 2023 Turun Rp 52/Kg
Lantas, diungkapkan beberapa padagang kepada Reuters, impor minyak sawit India pada Maret 2023 melonjak 28% karena adanya diskon harga minyak sawit mendorong para pelaku penyulingan menunda pembelian minyak kedelai dan minyak bunga matahari.
Sementara kontrak minyak kedelai teraktif Dalian berkode DBYcv1 naik 0,6%, sementara kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 naik 0,4%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,02%. (T2)
