PTPN Holding Nusantara Dukung Proyek Strategis Nasional Melalui Pembentukan Tiga Subholding

oleh -12.819 Kali Dibaca
infosawit
Dok. PTPN Holding

InfoSAWIT, JAKARTA – Disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, dalam Focus Group Discution (FGD) bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (5/4/2023), pihaknya akan terus mengakselerasikan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sebagai salah satu satu inisiatif strategis PTPN Group dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang telah dicanangkan Pemerintah.

Lebih lanjut Abdul Ghani menyampaikan, program PSR merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional. “PTPN Group, ke depan akan terus memperluas lahan sawit yang akan berdampak pada peningkatkan produksi CPO,” ujarnya seperti dikutip InfoSAWIT, dari laman resmi perseroan, Selasa (11/4/2023),

Sebab itu, guna mencapai tujuan tersebut, butuh pola-pola kerja yang tepat serta dorongan dari seluruh pihak melalui peran masing-masing. “Termasuk misalnya terkait dengan kemitraan yang terjalin antara para petani, koperasi, dan perusahaan. Itu harus benar-benar kita perbaiki untuk program PSR yang berkelanjutan,” papar Abdul Ghani.

BACA JUGA: Pola Peremajaan Sawit PTPN V Bakal Diterapkan Ke Seluruh Holding Perkebunan Nusantara

Lantas, salah satu upaya percepatan inisiatif strategis PTPN Group adalah dengan mengintegrasikan grup usaha melalui pembentukan tiga subholding, yakni PalmCO, SugarCo, dan SupportingCo.

“Dengan diproyeksikannya PalmCo menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia, maka kita optimis dapat mewujudkan ketahanan pangan dan energi, sebagaimana dengan rencana strategis pemerintah dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” ungkap Abdul Ghani.

Inisiatif strategis lain yang dilakukan Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung PSN adalah terkait hilirisasi sektor pangan, guna mencapai target swasembada gula konsumsi di 2028 dan gula industri pada 2030 mendatang.  “Strategi yang dilakukan PTPN Group, antara lain melalui peningkatan luas areal lahan, produktivitas tebu, peningkatan rendemen gula, serta melakukan bimbingan teknis dan membantu menfasilitasi petani binaan melalui PT SGN (SugarCo),” ungkap Abdul Ghani.

BACA JUGA: Direktur Holding Perkebunan Nusantara: Saatnya Genjot Nilai Tambah Minyak Sawit Berkelanjutan

Selain inisiatif-inisiatif tersebut, Abdul Ghani juga mengatakan, bahwa PTPN Group terus melakukan pengembangan agrowisata yang mengedepankan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, sesuai dengan prinsip-prinsip ESG Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola Perusahaan).

Beberapa prinsip yang secara konsisten dijalankan, antara lain seperti memiliki sistem manajemen lingkungan ISO 14001, mengidentifikasi area konservasi dan membuat rencana penjagaan keanekaragaman hayati, hingga membuat peta dan rencana implementasi manajemen sampah dan limbah yang memaksimalkan circularity, seperti yang telah diimplementasikan di Nimo Highland Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.

“Dengan penerapan prinsip-prinsip ESG tersebut, diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek, mulai dari keberlangsungan lingkungan wisatawan, hingga menjadi daya tarik buat investor,” tandas Abdul Ghani. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com