Minyak Sawit Melawan Kampanye Hitam

oleh -8457 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARTA – Pertumbuhan bisnis komoditas global, menjadi kunci keberhasilan pembangunan bagi negara-negara di dunia. pertumbuhan bisnis yang bermuara kepada perkebunan ini, masih terus bertumbuh, kendati pertumbuhannya menghadapi pandemi covid 19 yang kian meluas. dikenal pula sebagai bagian dari bio-bisnis, industri minyak sawit indonesia kian terus bertumbuh hingga dewasa ini.

Sejak bertumbuh menjadi industri komoditas global, minyak sawit dikenal luas sebagai minyak nabati yang digunakan sebagai bahan baku minyak makanan dan non makanan. Kegunaan akan minyak nabati yang meluas ini, merupakan bukti dari besarnya kebutuhan manusia akan minyak sawit. Bahkan, pertumbuhan konsumsi setiap tahunnya kian bertambah besar.

Memang minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling efektif dan efisien. Lantaran, kebutuhan lahan setiap hektarnya, mampu menghasilkan minyak nabati hingga 10 kali lebih banyak dibandingkan minyak nabati lainnya. Tingginya produktivitas minyak nabati yang dihasilkan, menjadikan minyak sawit sebagai minyak nabati yang juga paling murah harganya.

BACA JUGA: Bisnis Sawit 2023: Menggantang Cuan Bisnis Minyak Sawit

Efisien dalam penggunaan lahan dengan produktivitas hasil yang paling tinggi, menjadikan minyak sawit kian bertambah besar produksinya. Dalam menghadapi kondisi yang penuh ketidak pastian ini, minyak sawit masih memiliki peluang besar untuk senantiasa terus bertumbuh. Kendati tidak membuka lahan baru dan hanya mengandalkan lahan yang sudah ada.

Menghadapi masa pandemi covid19 dewasa ini, kondisi yang dihadapi sama dengan industri lainnya. Kendati memiliki persoalan dan hambatan yang sama, namun industri kelapa sawit masih bisa bertumbuh hingga akhir tahun. Lantaran produk minyak sawit yang dihasilkan, merupakan minyak nabati yang menjadi primadona pasar global.

Minyak sawit memiliki keunggulan utama sebagai minyak nabati yang palin efisien dan halal digunakan banyak orang. Sebab itu, permintaan pasar global setiap tahunnya selalu bertumbuh. Besarnya potensi pertumbuhan akan permintaan pasar minyak sawit global, juga berasal dari permintaan konsumen dunia yang membutuhkan berbagai produk konsumsinya.

BACA JUGA: Kolaborasi Perusahaan Sawit & LPHD, Kembangkan Objek Wisata Lingkungan

Produk konsumsi yang banyak menggunakan minyak nabati, secara perlahan juga mengalami peralihan kepada minyak sawit. Lantaran, minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling komplit mata rantai karbonnya, sehingga menjadi minyak nabati paling populer untuk digunakan industri yang menggunakan minyak nabati sebagai bahan bakunya. Alhasil, sebagian besar industri turunan di Amerika Serikan dan Uni Eropa, banyak yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan bakunya.

Penggunaan minyak sawit sebagai salah satu bahan baku industri, juga banyak digunakan industri di berbagai negara, seperti Cina, India, Bangladesh, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan sebagainya. Tingginya konsumsi dari industri turunan inilah, yang berpengaruh besar terhadap permintaan pasar global akan minyak sawit.

Pesatnya pertumbuhan konsumsi minyak sawit global, secara nyata berdampak terhadap tumbuhnya kampanye anti sawit dari kelompok tertentu, salah satunya dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) global yang melakukan propaganda kampanye anti sawit. Berbagai isu kampanye dikembangkan, hingga melakukan berbagai seruan boikot penggunaan minyak sawit.

BACA JUGA: Ini Produsen Utama Minyak Sawit Asal Amerika Selatan 

Bagi para pemerhati minyak sawit, berbagai aksi yang dilakukan LSM terkini, cenderung melakukan kampanye hitam yang jauh panggang dari api. Pasalnya, banyak perubahan yang sudah dilakukan para pelaku bisnis minyak sawit, yang mendorong produksi minyak sawit berkelanjutan. Pelaku bisnis minyak sawit juga termasuk petani kelapa sawit, yang menguasai lebih dari 42% dari lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com