InfoSAWIT, JAKARTA – Penjualan bersih kuartal pertama 2023 PT SMART Tbk (SMAR) sedikit meningkat dari tahun ke tahun menjadi Rp 17,52 triliun yang dihasilkan dari volume penjualan yang lebih tinggi, mengimbangi harga jual yang lebih rendah.
Dimana Biaya pokok penjualan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2023 naik 10% menjadi Rp 15,66 triliun dari Rp 14,24 triliun pada 2022 pada periode yang sama. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh biaya bahan baku yang lebih tinggi seiring dengan peningkatan volume penjualan, serta biaya pupuk yang lebih tinggi.
Akhirnya berdampak pada laba usaha untuk triwulan berjalan melorot 63% menjadi Rp 474 miliar karena penurunan laba kotor, sebagian diimbangi dengan penurunan beban usaha. Penurunan beban usaha ini terutama disebabkan oleh penurunan pajak ekspor dan pungutan yang dikenakan.
BACA JUGA: Program Peremajaan Sawit di Lahan Gambut di Perbolehkan
Dikutip InfoSAWIT dari laporan triwulan perseroan, sejalan dengan penurunan laba usaha, Perseroan pula membukukan EBITDA yang juga menurun menjadi Rp 1,01 triliun dari Rp 1,73 triliun pada kuartal I 2022. “Dengan demikian, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik induk menjadi Rp 248 miliar, yang berarti menjadi laba per saham sebesar Rp 86,” demikian catat laporan perseroan.
Sementara, per 31 Maret 2023, total aset Perseroan turun 6% menjadi Rp 39,94 triliun dari Rp 42,60 triliun pada akhir tahun 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan piutang usaha serta kas dan setara kas. Total liabilitas per akhir Maret 2023 tercatat sebesar Rp 20,52 triliun, turun 12% dibandingkan akhir tahun 2022. Penurunan tersebut terutama berasal dari pelunasan utang bank dan utang obligasi.
BACA JUGA: Viral, Lo Kheng Hong Investor Bejo, Pemilik 5,1 juta Saham Emiten Sawit ANJT
Per 31 Maret 2023, pinjaman bank (termasuk utang obligasi) mencapai Rp 15,61 triliun dengan gearing diturunkan lebih lanjut menjadi 0,81x. Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp 19,41 triliun per 31 Maret 2023, dari Rp 19,23 triliun pada akhir tahun 2022. (T2)
