InfoSAWIT, Jakarta – Musibah yang menimpa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terjadi pada Minggu malam (7/5/2023) di daerah Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan informasi yang didapat Redaksi InfoSAWIT, ledakan yang terjadi di areal PKS menimbulkan korban jiwa.
Berlokasi di Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara, tangki limbah pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Hijau Prian Perdana (HPP) meledak dan menyebabkan empat orang pekerja tewas.
Kepala Desa Sungai Rakyat di Kecamatan Panai Tengah, yaitu Abdul Wahab, mengkonfirmasi kejadian tersebut pada hari Minggu. Namun, karena sedang berada di luar kota, pihaknya tidak mengetahui kronologi kecelakaan kerja tersebut. “Saya masih di luar kota dan dapat informasinya juga baru tadi malam (7/5). Saya juga belum tahu kronologinya seperti apa,” kata Wahab menjelaskan, dikutip InfoSAWIT dari Antara.
Para korban, yakni Rukman Galinging (51) warga Pasar Tiga, Kampung Agas Kabupaten Deli Serdang, Rizal (47) warga Marelan 5 Medan-Marelan, Marihot Silaen (38) warga Ampera, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhannatu dan Alex Manik (27) warga Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.
Kejadian ini perlu diwaspadai lantaran adanya fenomena meningkatnya suhu di Asia dan efek buruk yang mungkin timbul sebagai akibatnya, dapat menjadi indikasi dari adanya perubahan iklim yang sedang terjadi di seluruh dunia. Mengutip Media Straits Times, perubahan suhu yang kian memanas, terjadi di banyak negara Asi, termasuk Indonesia.
Peningkatan suhu yang kian panas terbesar di Asia sebesar 45 derajat celcius terjadi di Negara Myanmar. Berikutnya suhu panas sebesar 44,6 derajat celcius terjadi di Negara Thailand dan India yang mengalami suhu panas sebesar 44,5 derajat celcius.
BACA JUGA: Harga Saham PT Astra Agro Lestari Tbk Cenderung Melemah, Paska Turunnya IHSG
Kian meningkatnya suhu panas di banyak negara Asia ini, bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, serta fenomena alamiah seperti El Nino dan perubahan siklus matahari.
Efek dari peningkatan suhu dapat beragam, termasuk perubahan pola cuaca, peningkatan intensitas cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan badai, peningkatan tingkat air laut yang dapat mempengaruhi wilayah pesisir, dan pergeseran habitat alami yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup berbagai spesies tumbuhan dan hewan. (T1)
