“Penelitian/uji klinis terkait khasiat minyak makan merah juga telah dilakukan oleh SEAFAST Center, IPB University, saat ini industrinya sudah ada di Bogor (PT. Nutri Palma Nabati), Sumatera, dan Kalimantan,” kata Nugroho dalam acara FGD SAWIT BERKELANJUTAN VOL 13, bertajuk “Minyak Sawit: Sumber Pangan Dan Bioenergi Berkelanjutan”, yang diadakan media InfoSAWIT yang didukung BPDPKS, pertengahan April 2023 lalu di Jakarta.
Lebih lanjut ungkap Nugroho, pengembangan minyak sawit merah sesuai beleid, Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Minyak Makan Merah berbasis Koperasi. Saat ini, telah terdapat tiga lokasi pengembangan minyak makan merah, pertama di Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kedua, di Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dan ketiga, di Kabupaten Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. “Kebutuhan dana pembangunan pabrik minyak makan merah dengan perkiraan masing-masing per-pabrik Rp 17,89 Miliar,” tandas Nugroho. (T2)
