Ia menjelaskan bahwa kebakaran lahan, terutama di perkebunan kelapa sawit, merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pengendalian kebakaran ini memiliki dampak signifikan dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca.
Kementan juga mendorong agar lahan gambut yang masih berupa hutan dapat dipertahankan sebagai hutan. Selain itu, dilakukan juga upaya rehabilitasi, reklamasi, dan revitalisasi lahan gambut terlantar serta pengelolaan lahan gambut untuk pertanian berkelanjutan.
Dimas menambahkan bahwa kebakaran lahan gambut terutama terjadi selama bulan-bulan kering pada tahun El Nino di lahan gambut dan lahan yang sedang mengalami transisi penggunaan. Kebakaran hanya jarang terjadi di lahan pertanian yang sudah ada.
BACA JUGA: Pengelolaan Sawit Rakyat di Lahan Gambut Peroleh Pujian Perwakilan Packard Foundation
“Dengan menerapkan aksi mitigasi seperti penggunaan biofuel dan manajemen lahan, diharapkan sektor kelapa sawit dapat berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca dan mendukung upaya Indonesia menuju pencapaian target Net Zero Emission,” tandas Dimas. (T2)
