Lebih lanjut tutur Didiek, Penelitian dan Pengembangan yang dilaksanakan oleh BPDPKS merupakan salah satu elemen penting dalam upaya pengembangan sektor perkebunan sawit yang berkelanjutan. Penelitian dan Pengembangan harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit saat ini, seperti peningkatan produktivitas/efisiensi, peningkatan aspek sustainability dan awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, mendorong penemuan/inovasi produk/pasar baru dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada kesempatan lain, Plt. Direktur Penyaluran Dana BPDPKS, Zaid Burhan Ibrahim menyampaikan, apresiasi kepada GAPKI dan apa yang telah dilakukan oleh GAPKI sangat tepat dengan melakukan audiensi dengan BPDPKS untuk mengetahui tentang program litbang BPDPKS sehingga dapat memberikan masukan yang konstruktif termasuk peluang untuk melakukan kerjasama dan kolaborasi untuk pemanfaatan hasil-hasil riset yang telah dihasilkan.
Lebih lanjut kata Zaid Burhan Ibrahim, kebutuhan riset yang akan didanai oleh BPDPKS dibuat berdasarkan roadmap riset kelapa sawit yang dilakukan update untuk penentuan riset-riset prioritas setiap tahunnya.
BACA JUGA: Optimalkan Pengendalian Hama di Perkebunan Sawit Melalui EWS
“BPDPKS menyelenggarakan proses seleksi Program GRS yang dilaksanakan setiap tahun. Terdapat 3 tahapan seleksi yang akan dilakukan, yaitu seleksi administrasi, seleksi substansi dan seleksi presentasi,” katanya.
Tercatat, dalam kegiatan seleksi ini BPDPKS dibantu oleh Komite Litbang yang akan memberikan rekomendasi tentang proposal penelitian yang akan didanai oleh BPDPKS. Untuk tahun 2023 ini Program GRS telah menyelesaikan tahap seleksi substansi, yang akan dilanjutkan untuk seleksi presentasi untuk menggali informasi lebih mendalam oleh Komite Litbang untuk memberikan rekomendasi kepada BPDPKS riset-riset yang akan didanai tahun 2023 ini. BPDPKS telah menjadwalkan seleksi presentasi pada 29 Mei s.d 2 Juni 2023 bagi 62 usulan proposal yang lolos seleksi substansi. (T2)
