InfoSAWIT, JAKARTA – PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) belum lama ini mengoperasikan pabrik terbarunya. Fasilitas yang dioperasikan oleh anak usaha PT Menthobi Hijau Lestari (MHL) ini berupa pengolahan limbah padat dan cair menjadi pupuk organik dan pupuk hayati dengan kapasitas 3 sampai 5 ton per jam.
Diungkapkan Direktur Utama MKTR, Harry M. Nadir, melalui MHL baru saja memulai operasi pabrik baru pada awal Juli 2023 untuk menghasilkan pupuk organik dan hayati padat baik curah maupun granul memanfaatkan limbah dari kegiatan pengolahan kelapa sawit.
Ungkap Harry, pembangunan fasilitas terbaru tersebut sesuai janji MKTR saat mencatatkan saham pada November 2022. “Perusahaan investasi bidang komoditi yang bagian dari Maktour Group ini bertekad menciptakan nilai tambah dari praktik perkebunan yang lebih ramah lingkungan,” katanya dikutip Jumat (21/7/2023).
Tercatat pabrik pupuk tersebut berdiri di lahan seluas 2,5 hektare (ha) di Lamandau, Kalimantan Tengah yang akan beroperasi 8 jam per hari. Mengolah limbah sebanyak 120 ton jankos, 360 ton limbah cair, 30 ton limbah solid, dan 5 ton abu boiler per harinya. “Dengan demikian maka akan menghasilkan antara 24 ton sampai 40 ton pupuk per hari. Belum banyak perusahaan sawit yang mengolah limbah cair maupun limbah padatnya,” kata Harry.
Rupanya pengolahan limbah menjadi barang bernilai seperti pupuk organik sangat penting. Selain menyelesaikan persoalan lingkungan juga membantu petani mengatasi salah satu persoalan utama yang sudah terjadi sejak lama yaitu ketersediaan serta harga pupuk yang tinggi.
Tidak itu saja potensi harga pupuk kimia ke depan akan terus meningkat. Semakin mahal. Sementara mengharapkan pupuk subsidi mungkin juga kurang tepat karena berkaitan dengan sistem dan masalah distribusinya kepada para petani.
BACA JUGA: Akhirnya PT Menthobi Melantai ke Bursa, Bidik Dana Segar Rp 375 Miliar
“Maka pupuk organik dan hayati hasil pabrik barunya akan diprioritaskan untuk membantu para petani mitra di lingkungan wilayah operasional MKTR,” tandas Harry. (T2)
