InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia pada Jumat, (1/9/2023) tercatat merosot, menghentikan kenaikan dua sesi sebelumnya, setelah terseret lebih rendah oleh melemahnya harga mkinyak nabati lainnya di Bursa Dalian Commodity Exchange.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman November 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menurun RM 12 per ton, atau terdapat penurunan sekitar 0,3%, menjadi RM 3,998 (US$ 863,13) per metrik ton pada awal perdagangan.
Harga kontrak minyak sawit tercatat naik selama tiga bulan berturut-turut di bulan Agustus dengan kenaikan 3,4%. Pada hari Jumat, indeks harga juga diperkirakan membukukan kenaikan mingguan ketiga, setelah tercatat naik 1,19% pada minggu ini.
Masih dilansir Reuters, harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 turun 0,16%, sedangkan kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 0,13%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,67%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya, lantaran mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: Supaya Performa Mesin tetap Optimal Saat Gunakan Biodiesel B35, Berikut yang Perlu Dilakukan..
Merujuk keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga referensi minyak kelapa sawit (CPO) ) untuk penetapan bea keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (tarif BLU BPDP-KS) atau dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) periode 1–15 September 2023 adalah US$ 805,20/MT. Nilai ini turun sebesar US$ 5,15 atau 1,85 persen dari Harga Referensi CPO periode 16—31 Agustus 2023. (T2)
