InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia turun pada Kamis, (23/11/2023), setelah sebelumnya naik tiga sesi berturut-turut. Penurunan terjadi lantaran terdampak pelemahan harga minyak nabati dan minyak mentah di Bursa Dalian, sementara pelaku pasar masih menunggu data produksi.
Harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Februari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menurun RM 34 atau terdapat penurunan sekitar 0,85%, menjadi RM 3,954 (US$ 845,23) per metrik ton pada tengah hari.
Diungkapkan Sathia Varqa, analis senior di Fastmarkets Palm Oil Analytics, adanya aksi ambil keuntungan, mendorong harga minyak mentah dan harga minyak kedelai yang ditutup lebih rendah di Chicago Board of Trade semalam. “Hasilnya berdampak pada harga minyak sawit berjangka hari ini,” katanya dilansir Reuters.
BACA JUGA: Malaysia Tetapkan Bea Ekspor Minyak Sawit 8 Persen di Desember 2023
Sementara harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 tercatat turun 1,30%, sedangkan harga kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 1,04%. Lantas untuk bursa Chicago ditutup untuk liburan Thanksgiving.
Harga minyak sawit dipengaruhi oleh harga kedelai yang bersaing guna memperoleh pangsa pasar minyak nabati global.
Pelaku pasar menunggu data produksi Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) untuk periode 1 November – 20 November yang akan dirilis minggu ini, kata Varqa.
BACA JUGA: Perusahaan Sawit Asal Indonesia Dominasi Penghargaan Excellence Awards RSPO
“Ekspektasinya adalah output bulanan yang lebih rendah setelah empat kenaikan bulanan berturut-turut,” kata Varqa. (T2)
