Pembuatan stick umbut sawit menjadi salah satu inovasi bagi petani sawit swadaya yang berlokasi di Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Merlung, Kabupatn Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Diungkapkan pembuat makanan ringan stick umbut sawit, Nurhidayah, inovasi ini tidak hanya memberikan variasi dalam penggunaan umbut sawit tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dinikmati sebagai camilan sehat dan unik.
Lebih lanjut tutur Nurhidayah, yang juga merupakan petani sawit anggota Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Jambi, berikut adalah resep membuat stick umbut sawit yang sederhana namun menggiurkan. Untuk bahan bahan yang dibutuhkan berupa, umbut Sawit, pastikan umbut sawit yang digunakan bersih dan berkualitas. Lantas, tepung terigu, sebagai bahan dasar untuk adonan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun 0,37 Persen Pada Jumat (22/12), Sementara Harga Mingguan Naik 1,18 Persen
“Melalui kreasi ini, kita tidak hanya memanfaatkan bahan lokal seperti umbut sawit secara kreatif, tetapi juga menciptakan alternatif camilan yang dapat menjadi daya tarik baru di dunia kuliner,” tutur Nurhidayah.
Ketua Umum POPSI, Pahala Sibuea menyatakan, bahwa pemanfaatan limbah kelapa sawit bisa mencakup berbagai inovasi, seperti produksi pupuk organik, bioenergi, briket, atau bahan baku untuk kerajinan tangan. Misalnya, serat tandan kosong kelapa sawit dapat diolah menjadi bahan anyaman atau bahan baku untuk pembuatan kerajinan tangan.
Limbah sawit ternyata memberikan peluang baru untuk diversifikasi pendapatan petani, karena pemanfaatan limbah ini dapat dilakukan disela-selah berkebun, karena petani sawit diketahui tidak sehari-hari berada di kebun.
BACA JUGA: Pemerintah Perkuat Sistem Digital di Sektor Sawit, Cegah Kebocoran Kerugian Negara
Langkah berikutnya adalah menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan memberikan insentif kepada petani untuk terlibat aktif dalam inovasi ini. Kemitraan antara pemerintah, lembaga penelitian, dan pelaku industri dapat mempercepat implementasi ide ini. Bantuan teknis, pembiayaan, dan akses pasar juga diperlukan untuk mendukung petani dalam mengadopsi praktik-praktik baru.
“Keberhasilan proyek inovatif ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit secara efisien, kita dapat mengurangi dampak negatif industri sawit terhadap lingkungan dan menciptakan model bisnis yang berkelanjutan,” tandas dia. (T2)
