InfoSAWIT. BANDUNG – Sejak tahun 1982, pengembangan Katalis Merah Putih oleh para peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menjadi tonggak prestasi bagi Indonesia dalam bidang reaksi kimia. Karya inovatif ini telah merambah berbagai lokasi untuk mendukung reaksi kimia, memberikan dampak positif bagi perkembangan industri di negeri ini.
Namun, semangat inovasi terus berkobar. Kolaborasi antar berbagai pihak terus dilakukan untuk meningkatkan peran katalis dalam mendukung kedaulatan bangsa di sektor reaksi kimia. Harapan agar katalis dapat berperan lebih besar dan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor di Indonesia terus menjadi fokus perhatian.
Pada tahun 2017, Lab Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis (TRKK) ITB mendapatkan dukungan pendanaan dari Ristekdikti untuk menciptakan “Industri-Katalis Pendidikan” atau Catalyst Teaching Industry, yang diresmikan pada 11 Oktober 2018. Industri ini berhasil menghasilkan katalis yang mampu mengubah minyak sawit menjadi biodiesel, bioavtur, dan biogasoline. Saat acara tersebut, produk komersial Katalis PK 230 TD juga diserahkan untuk Kilang RU-IV Cilacap.
BACA JUGA: ANJ Sabet Dua Proper Emas untuk Dua Anak Usaha Sawitnya
Prestasi tersebut tidak luput dari pengakuan. Pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 di Pekanbaru, Riau, Prof. Subagjo, salah seorang peneliti, menerima penghargaan Adibrata sebagai peneliti inovator. CaRE ITB juga aktif berpartisipasi dalam pameran, memperkenalkan berbagai inovasi katalis beserta hasilnya.
Dampak positif semakin terasa ketika 10 menteri dari berbagai departemen tertarik dengan riset dan inovasi yang dikembangkan oleh ITB. Hal ini memicu semangat untuk lebih banyak berkolaborasi dengan mitra-mitra potensial, termasuk pihak swasta dan BUMN, untuk memperluas produksi katalis secara nasional.
Dikutip InfoSAWIT dari laman resmi ITB, seiring berjalannya waktu, inovasi terus dilakukan. Katalis buatan tim peneliti ITB dan Research and Technology Centre (RTC) Pertamina yang diuji coba pada Desember 2014, kembali diuji coba untuk skala komersial. Uji coba tersebut dilakukan di Kilang Pertamina RU II Dumai untuk pengolahan LCGO (Light Cycle Gas Oil) dari minyak fosil dan minyak sawit menjadi diesel dan diesel nabati melalui co-processing.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun 0,37 Persen Pada Jumat (22/12), Sementara Harga Mingguan Naik 1,18 Persen
Pada tahun 2019, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengenali pentingnya peran katalis dalam industri di Indonesia. Pada Januari 2020, CaRE ITB diundang untuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo pada Rapat Koordinasi Nasional Kemenristek/BRIN Tahun 2020. Dalam kesempatan itu, Prof. Subagjo menjelaskan pentingnya katalis bagi kedaulatan energi negeri.
