Hingga Akhir Tahun, Cisadane Sawit Raya Fokus Pada Efisiensi Biaya dan Pembangunan Berkelanjutan

oleh -3.257 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. CSRA Untuk InfoSAWIT/Tanki timbun CPO PT CSR.

InfoSAWIT, JAKARTA – Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), tetap kokoh dalam menjaga disiplin biaya dan menargetkan laba usaha yang sehat untuk tahun 2023, meskipun menghadapi dampak El Nino. Hingga sembilan bulan pertama tahun 2023, CSRA berhasil mempertahankan pendapatan sebesar Rp 676,30 miliar, meskipun mengalami penurunan dari Rp 765,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari keterangan resmi perushaaan, penurunan pendapatan utamanya disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata, dengan harga jual rata-rata CPO mengalami penurunan sekitar 18,5% YoY pada 9M23. Meskipun demikian, perusahaan tetap berfokus pada pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tingkat produktivitas yang solid dan keunggulan operasional.

Fokus utama CSRA adalah meningkatkan margin melalui investasi dalam mekanisasi untuk efisiensi produksi dan manajemen biaya. Meskipun produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit di kebun inti turun 1,6% YoY pada 9M23 karena gangguan cuaca, perusahaan mengantisipasi pertumbuhan produksi jangka panjang dengan melakukan penanaman ulang berkelanjutan.

BACA JUGA: Tutupan Hutan Alam di Bengkulu Menyusut, Ini Sebabnya

“Pentingnya penanaman ulang terlihat dalam upaya CSRA untuk menghindari akumulasi pohon kelapa sawit yang tidak produktif akibat pohon yang sudah tua. Penanaman ulang yang berkelanjutan dengan varietas benih unggul dianggap krusial untuk meningkatkan hasil produksi minyak kelapa sawit di perkebunan,” demikian catat pihak perusahaan dikutip InfoSAWIT, Rabu (27/12/2023).

Meskipun kondisi ekonomi makro yang tidak pasti, termasuk inflasi yang lebih tinggi, memengaruhi kondisi ekonomi saat ini, kinerja CSRA selama 9M23 tetap stabil. Laba Kotor mencapai Rp 317,25 miliar pada 9M23, mewakili penurunan sebesar 35,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Banjir Aceh Singkil Rendam Kebun Hasil Program Peremajaan Sawit, Banyak yang Mati

Tercatat perusahaan terus mengendalikan manajemen biaya meskipun terjadi peningkatan 32,1% YoY pada beban pokok penjualan akibat kenaikan harga pupuk yang signifikan. Dengan strategi bisnis berkelanjutan, CSRA berhasil mencapai laba usaha sebesar Rp 180,90 miliar pada 9M23, meskipun mengalami penurunan sebesar 50,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com