InfoSAWIT, KUALA LUMPUR ― Menurut lembaga riset Kenanga Research, harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan akan diperdagangkan rata-rata sekitar RM 3.800 per ton pada tahun 2024, ditenngah ketatnya prospek minyak nabati.
Lembaga penelitian tersebut menunjukkan bahwa dengan pasokan yang sesuai dengan permintaan atau mungkin mengalami defisit kecil, komoditas ini diharapkan akan mengakhiri tahun ini dengan persediaan di bawah tingkat awalnya.
“Masyarakat yang mendorong permintaan minyak nabati terutama didorong oleh pertumbuhan populasi dan pendapatan yang diperkirakan akan terus tumbuh sebesar 3-4 persen tahun-ke-tahun (yoy),” ungkap Kenanga Research, dikutip InfoSAWIT dari Bernama, Rabu (14/2/2024).
BACA JUGA: Kenaikan Harga Komoditas di Bangladesh Terus berlanjut, Khusus Gula dan Minyak Sawit
Namun demikian, pasokan dipengaruhi oleh peraturan yang semakin ketat, cuaca yang tidak dapat diprediksi, dan bahkan gangguan geopolitik.
Khusus untuk minyak sawit, India sebagai produsen dan pengguna terbesar, tampaknya akan mengelola ekspornya hingga Hari Raya pada bulan April. Sementara itu, India sebagai importir terbesar kemungkinan akan mempertahankan tingkat persediaan yang besar hingga pemilu pada paruh pertama tahun ini.
RHB Investment Bank Bhd juga mempertahankan sikap netralnya terhadap sektor perkebunan dengan ekspektasi harga CPO yang lebih tinggi pada paruh pertama tahun 2024. Bank investasi ini memperkirakan penurunan produksi secara musiman dan dampak El Nino akan menurunkan produksi dalam beberapa bulan mendatang. Namun, permintaan pasar ekspor diperkirakan akan kembali meningkat untuk mengantisipasi perayaan Idul Fitri, yang mungkin mendorong tingkat penyetokan ulang karena tingkat stok semakin berkurang.
BACA JUGA: Impor Palm Olein Tiongkok Melonjak di 2023, Meski Sempat Melambat Pada Desember
Sementara itu, Public Investment Bank Bhd mencatat bahwa meskipun tren persediaan (stok) menurun, harga minyak sawit masih berada pada kisaran tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Dengan bulan kerja yang lebih pendek di bulan Februari, bank tersebut memperkirakan persediaan akan turun di bawah level psikologis dua juta ton pada akhir bulan Februari. (T2)
