InfoSAWIT, JAKARTA – Guna memastikan peningkatan produksi minyak sawit dan memenuhi kebutuhan dalam negeri serta untuk ekspor, rupanya perlu beberapa upaya penting supaya semua itu bisa terwujud.
Diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, salah satu supaya produksi sawit Indonesia bisa terus meningkat yakni perlu segera diselesaikan isu perkebunan sawit di kawasan hutan.
Bahkan kata dia, GAPKI terus mendorong agar kebun sawit yang sudah memiliki hak atas tanah, baik itu Sertifikat Hak Milik (SHM) maupun Hak Guna Usaha (HGU), supaya tidak lagi dianggap sebagai bagian dari kawasan hutan. “Penyelesaian terhadap Pasal 110 B harus dilakukan tanpa mengakibatkan pengurangan signifikan pada luas areal yang dapat ditanami sawit, yang berpotensi mengurangi produksi minyak sawit,” katanya saat pers konferensi GAPKI dihadiri InfoSAWIT, akhir Februari 2024 lalu di Jakarta.
Selanjutnya lantas memastikan Kelancaran Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), caranya dengan melakukan program penyelarasan, penyederhanaan, dan reformasi tata kelola perizinan. Kata Eddy, PSR perlu berjalan sesuai target yang telah ditetapkan, yakni 180.000 hektar per tahun. Seluruh hambatan yang masih menghambat proses PSR harus diselesaikan untuk menjamin kelancaran pelaksanaannya.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun Tipis Pada Senin (4/3) Cenderung Stagnan
Kemudian peraturan yang saling tumpang tindih perlu segera diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan kewajiban FPKM (Fasilitas Pengolahan Kelapa Sawit) sebesar 20%. “Masih adanya kekisruhan di lapangan terkait hal ini dapat mengganggu produktivitas dan keberlanjutan industri sawit,” tutur Eddy.
Kedepan juga GAPKI mengusulkan untuk jangka panjang, perlu dipertimbangkan kemungkinan membangun kebun sawit khusus untuk keperluan energi (dedicated area), terutama di kawasan yang sudah mengalami degradasi. Kata Eddy, hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan akan minyak sawit untuk keperluan energi tidak mengganggu kebutuhan pangan, industri dalam negeri, maupun untuk ekspor.
BACA JUGA: Polres Sukamara Tindak Tegas Kendaraan Angkut Sawit Over Kapasitas di Jalan Raya
“Upaya-upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan produksi minyak sawit, memenuhi kebutuhan domestik, serta menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit dalam negeri,” tandas Eddy. (T2)
