InfoSAWIT, MEDAN – Air merupakan kebutuhan utama bagi semua makhluk hidup. Namun, dengan pertumbuhan populasi manusia dan perkembangan industri, pasokan air segar di dunia semakin menipis. Hanya sekitar 3% dari total air di dunia adalah air segar, sementara 97% sisanya adalah air laut yang asin dan tidak dapat langsung dikonsumsi. Dampaknya, banyak orang menderita kondisi kesehatan buruk bahkan meninggal karena konsumsi air tercemar.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, teknologi pemurnian air laut menggunakan metode solar still desalination menjadi salah satu solusi yang sedang dikembangkan. Metode ini memanfaatkan tenaga matahari, sumber energi terbarukan yang melimpah, untuk mengubah air laut menjadi air segar. Solar still, perangkat sederhana yang memanfaatkan energi surya, telah terbukti efektif dalam menghasilkan air tawar dari air laut.
Meskipun memiliki potensi besar, solar still menghadapi tantangan dalam produktivitasnya. Namun, kelompok peneliti dari Universitas Sumatera Utara dan Muroran Institute of Technology Jepang menemukan satu material yang dapat meningkatkan efisiensi distilasi surya, terutama di kawasan Indonesia. Mereka menemukan bahwa cangkang kelapa sawit, yang dulunya dianggap sebagai limbah industri, memiliki potensi besar dalam aplikasi distilasi surya.
BACA JUGA: Pemprov Lampung Persiapkan Data Tenaga Kerja untuk Program Perlindungan DBH Sawit
Cangkang kelapa sawit memiliki sifat termal yang tinggi, mampu menyerap dan menyimpan energi panas secara efektif. Dalam konteks distilasi surya, cangkang kelapa sawit meningkatkan suhu dalam perangkat distilasi, mempercepat proses penguapan air, dan menghasilkan lebih banyak air tawar.
“Salah satu keuntungan utama dari cangkang kelapa sawit adalah sifat termalnya yang tinggi. Cangkang kelapa sawit dapat menyerap dan menyimpan energi panas secara efektif. Dalam konteks distilasi surya, cangkang kelapa sawit dapat meningkatkan suhu dalam perangkat distilasi, mempercepat proses penguapan air, dan menghasilkan lebih banyak air tawar,” tutur Profesor Himsar dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Unversitas Sumatera Utara, ditulis Jumat (26/4/2024).
Lebih lanjut kata Profesor Himsar, keuntungan lain dari penggunaan cangkang kelapa sawit adalah ketersediaannya dalam jumlah besar dengan biaya yang rendah atau bahkan gratis. Hal ini membuatnya menjadi alternatif yang cost-effective dibandingkan dengan bahan lain yang mungkin lebih mahal. Selain itu, penggunaan cangkang kelapa sawit dalam distilasi surya juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi jumlah limbah industri yang harus dibuang atau diolah.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun 2,5 Persen Pada Kamis (25/4), Begitupun di Bursa Malaysia
Dalam penelitian yang mereka lakukan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan cangkang kelapa sawit dalam distilasi surya meningkatkan efisiensi eksersi, yang merupakan ukuran seberapa baik perangkat tersebut mengubah energi yang tersedia menjadi energi yang berguna.
