Namun, ada perdebatan mengenai apakah perkebunan kelapa sawit dapat mengurangi atau justru meningkatkan emisi karbon dioksida, terutama karena sebagian besar pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit berkaitan dengan penggundulan hutan.
Pendekatan pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan menjadi penting untuk meminimalkan emisi GRK dan meningkatkan kredit karbon.
“Pendekatan ini memprioritaskan produksi kelapa sawit yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan menerapkan strategi ini pada lahan ter-degredasi, Indonesia diharapkan dapat mencapai kesejahteraan rendah karbon, menjaga keanekaragaman hayati dan cadangan karbon, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” tandas Yohana. (T2)
