Lantas terdapat metode tumbang Chipping, metode ini melibatkan penebangan dan chipping sisa tanaman. Meski lebih murah, metode ini memiliki risiko tinggi terhadap serangan hama seperti oryctes.
Sementara metode Burial System, melibatkan penggalian lubang sedalam 3-4 meter untuk mengubur sisa tanaman secara keseluruhan. Meskipun biaya per hektarnya tinggi, yakni sekitar 16,8 juta per hektar, namun demikian metode ini diyaknin dapat memangkas biaya pengendalian hama dan penggunaan bahan kimia hingga Rp 11 juta per hektar.
“Diakui Metode ini cukup mahal karena memerlukan biaya besar untuk penebangan dan penguburan sisa tanaman,” tandas dia. (T2)
